KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kawasan karst Gombong Selatan semakin rusak akibat beban yang berat terutama dari penambangan oleh masyarakat di sekitarnya sebagai satu-satunya mata pencaharian yang berisiko tinggi dan merusak ekosistem karst sebagai sumber mata air, keanekaragaman hayati, laboratorium alam ilmu pengetahuan dan lain-lain. Di samping itu pembakaran kapur hasil penambangan juga dapat menimbulkan asap tebal yang mengganggu kesehatan lingkungan menyebabkan sesak napas, penyakit inspeksi saluran penapasan atas (ISPA), mata pedih, penyakit paru-paru, stres dan lain-lain.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2006 bertempat di Desa Redisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah telah dilakukan serangkaian acara berupa: pembekalan pelestarian fungsi lingkungan kawasan karst, pembekalan mengenai renovasi kawasan karst, pemberdayaan dan pengkaderan lingkungan bagi 125 orang masyarakat penambang yang bertempat tinggal di sekitar kawasan karst Gombong Selatan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran, pemahaman, mencari alternatif alih profesi serta membangun kemandirian dan inisiatif masyarakat sekitar akan arti pentingnya kawasan karst bagi aspek lingkungan dan kehidupan. Acara tersebut melibatkan 3 camat di sekitar kawasan karst (Kecamatan: Ayah, Rowokele dan Buayan), Bappeda Kebumen, Dinas Pertanian Kebumen, Pakar Renovasi Karst UGM, Praktisi budidaya jarak kepyar Kabupaten Semarang, Tim UNSOED, Pengurus/pengelola Koperasi Mandiri Sejahtera, Forum Masyarakat Peduli Karst, 21 Kepala Desa, 42 orang wakil kelompok tani serta wartawan cetak dan Ratih TV.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut rekomendasi para pihak terkait di Kabupaten Kebumen dari hasil proses perencanaan lingkungan secara partsipatif yang telah berlangsung sejak Agustus 2005. Komitmen ini sebagai wujud kesungguhan niat para pihak terkait untuk secara bersama-sama melestarikan kawasan karst, karena kawasan karst Gombong Selatan bukan hanya aset masyarakat Kebumen, tetapi sudah menjadi aset nasional bahkan menjadi aset dunia karena keunikan dan pentingnya bagi lingkungan hidup. Karena itu komitmen Pemerintah Pusat menaruh perhatian yang serius bagi kelestariannya, bahkan Presiden telah menyatakan dan menegaskan bahwa kawasan karst Gombong Selatan sebagai kawasan Eco-karst. Karena itu komitmen tersebut harus kita dukung bersama.

Upaya menuju pelestarian fungsi kawasan karst diimplementasikan dalam bentuk pemberdayaan bagi masyarakat penambang yang dapat bernilai ganda yaitu ekonomi dan konservasi. Salah satu alternatif alih profesi para penambang di kawasan karst Gombong Selatan yang muncul dari berbagai Forum Group Diskusi dan Semiloka Penyusunan Perencanaan Lingkungan Secara Partisipatif Kawasan Karst Gombong Selatan adalah permintaan mengenai budidaya jarak kepyar. Jarak kepyar dijadikan salah satu alternatif alih profesi pilihan pertama karena pasarnya sudah tersedia yaitu Kimia Farma untuk bahan baku industri farmasi dan kosmetika. Saat ini membutuhkan pasokan 6.000 ton per tahun dan hanya dapat terpenuhi 2.000 ton per tahun. Selain itu budidaya jarak kepyar tidak merusak lingkungan karena merupakan tanaman pionir yang cocok untuk daerah kurang subur seperti kawasan karst dan mudah perawatannya.

Menyikapi kondisi yang ada dan pilihan alih profesi masyarakat penambang, upaya pemberdayaan yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dan sekaligus bermanfaat bagi konservasi kawasan karst, pada acara tersebut Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, sebagai stimulan menyerahkan bantuan benih/bibit biji jarak kepyar sebanyak 630 kg. untuk ditanam pada lahan seluas 210 ha di 21 desa yang tersebar di 3 kecamatan, serta penyerahan Piagam Penghargaan Kader Lingkungan sebagai apresiasi untuk menumbuhkan semangat meningkatkan peran masyarakat petani dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Informasi lebih lanjut:
Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup
Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan.
Telp: 021-8520392. Fax. 021-8580087.