KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

P9120118.jpgSebanyak 150 orang kader lingkungan yang baru saja dikukuhkan, berikrar menjadi garda terdepan dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Komitmen itu disampaikan pada Acara Revitalisasi Peran Penerima Anugerah Kalpataru di Propinsi Maluku yang berlangsung di Ambon tanggal 12 September 2007. Sejumlah 150 orang kader lingkungan yang dikukuhkan merupakan  perutusan masyarakat adat, kewang, penerima Kalpataru, petani, nelayan, guru, pelajar dan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman 1000 pohon buah-buahan, serta dialog interaktif pemberdayaan masyarakat.


Sejak tahun 1980 hingga 2007, jumlah penerima penghargaan Kalpataru mencapai  240  orang/kelompok. Sebanyak 6 orang atau kelompok di antaranya berasal dari Propinsi Maluku, masing-masing: Sdr. Dominggus Ledrick Sinanu dalam kategori Perintis Lingkungan tahun 1981; Rudolf Rupidara dalam kategori Perintis Lingkungan tahun 1981; Masyarakat Desa Sambawofuar dalam kategori Penyelamat Lingkungan  tahun 1981; Kewang Negeri Ihamahu dalam kategori Penyelamat Lingkungan tahun 1982; Kewang Negeri Haruku dalam kategori Penyelamat Lingkungan tahun 1985; dan Marthin F Haulussy dalam kategori Pembina Lingkungan tahun 2003. 

Para penerima anugerah Kalpataru ini adalah pahlawan lingkungan yang benar-benar  telah melakukan sesuatu yang nyata guna mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan maupun  kualitas sosial, sebagaimana dilakukan oleh Kewang Negeri Ihamahu dan Haruku yang aktif melakukan pengawasan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

P9120125.jpgPrestasi mereka tidak diragukan, sehingga sangat tepat jika mereka adalah pendamping, narasumber, pelatih penyuluh dan kader lingkungan yang baik. Karena itu, suatu kerugian bagi pengelolaan lingkungan hidup, jika mereka tidak dapat dilibatkan atau dimanfaatkan secara optimal. Nilai-nilai kearifan yang terkandung pada kegiatan Kalpataru, perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas, bahkan direplikasi sebagai model pengelolaan lingkungan hidup berbasis masyarakat. 

Sebelum pengukuhan kader lingkungan, sebanyak 5 orang perutusan kader lingkungan menyampaikan  pernyataan sikap sebanyak 5 butir, antara lain bertekad memulihkan kualitas lingkungan melalui gerakan penanaman pohon. Pada  kesempatan itu, dilakukan dialog penguatan kapasitas 150 orang kader ling­kungan, dan penanaman pohon.

Dari dialog, muncul berbagai keluhan dan laporan menyangkut revitalisasi sasi dan peran kewang, penanaman pohon produktif, penegakan hukum, penguatan kapasitas kader lingkungan, perlindungan sumber mata air, pencemaran dan perusakan lingkungan, dan pengrusakan hutan mangrove sekitar Teluk Ambon. Terkait dengan itu, dalam sambutan Deputi VI KLH yang dibacakan Kepala Pusat PLH Regional Sumapapua, Ilyas Asaad,   mengajak pemerintah Kabupaten/Propinsi maupun swasta untuk menjadikan penerima Kalpataru dan kader lingkungan sebagai mitra dalam  upaya pelestarian fungsi lingkungan.***

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:

Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI
Ged. B Lantai 5 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail: kalpataru@menlh.go.id