KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Foto KLHK-Pendatanganan SHP HCPSN 2014-22desJakarta, 22 Desember 2014–Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan Sarasehan Adiwiyata Nasional 2014 dan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2014 di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta. Sarasehan Adiwiyata Nasional diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah yang telah mewujudkan sekolah binaannya menjadi salah satu sekolah terbaik di negeri ini dengan pencapaian sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2014. Penghargaan kepada para kepala sekolah diberikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Ph.D.

Pentingnya pendidikan bagi pembangunan berkelanjutan telah menjadi kesepakatan pada KTT Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan di Johannesburg tahun 2002, dan menetapkan bahwa tahun 2005–2014 ditetapkan sebagai Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Decade of Education for Sustainable Development (DESD). Setiap negara anggota PBB perlu menerapkan kebijakan, program dan kegiatan pendidikan pembangunan berkelanjutan ke dalam sistem pendidikan nasionalnya, baik pada jenjang pendidikan formal, non formal maupun jalur informal. Konsep dan definisi pendidikan pembangunan berkelanjutan mempunyai dimensi pemahaman yang lebih luas karena mengakomodasi pertimbangan lingkungan hidup, sosial-budaya dan ekonomi.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, “Pendidikan lingkungan merupakan salah satu strategi utama dalam mengatasi berbagai kerusakan lingkungan hidup di sekitar kita. Pemahaman tentang lingkungan hidup perlu dibangun agar masyarakat dapat memahami potensi, tata cara pengelolaan serta antisipasi dampak lingkungan. Dengan pemahaman yang cukup maka akan mendorong partisipasi masyarakat peduli lingkungan yang merubah perilaku masyarakat menjadi perilaku yang ramah lingkungan. Perubahan perilaku ini menjadi tujuan utama pengembangan pendidikan lingkungan hidup”.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menjadi focal point dalam mengimplementasikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.Pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia telah diawali pada tahun 1996 dengan kerjasama antara Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui MoU yang telah diperpanjang sebanyak 3 kali dan terakhir pada tahun 2010. Dalam MoU tersebut ditetapkan pembagian penugasan antara kedua kementerian dalam pengembangan pendidikan lingkungan. Salah satu bentuk implementasi kerjasama tersebut maka pada 2006 dikembangkan Program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang disebut sebagai Program Adiwiyata dengan tujuan untuk mewujudkan generasi peduli lingkungan. Program ini diarahkan kepada sekolah setingkat SD/MI (Madrasah Ibtidaiyah), SMP/MTs (MAdrasah Tsanawiyah), SMA/MA (Masdrasah Aliyah), dan SMK/MAK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan target sasaran 10% dari total sekolah di Indonesia atau 25.825 sekolah. Sekolah Adiwiyata harus dapat implementasi 4 indikator yaitu:

  1. Kebijakan berwawasan lingkungan;
  2. Kurikulum sekolah berbasis lingkungan;
  3. Kegiatan sekolah berbasis partisipatif;
  4. Pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Pelaksanaan Program Adiwiyata dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, tingkat nasional serta tingkat Adiwiyata Mandiri. Sekolah yang telah mencapai kriteria kabupaten/kota dapat diusulkan ke provinsi dan seterusnya ke nasional. Adiwiyata Mandiri adalah sekolah Adiwiyata Nasional yang berhasil membina 10 sekolah dengan kualifikasi Sekolah Adiwiyata kabupaten/kota.

Sampai saat ini 6.400 sekolah yang telah mengikuti program Adiwiyatadan1.161 telah mencapai kriteria Adiwiyata Nasional, 290 sekolah telah mencapai kriteria Adiwiyata Mandiri, 2 (dua) sekolah diantaranya mendapatkan Eco School Award di tingkat ASEAN masing-masing SD Tunjung sekar Malang dan SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pada tahun 2014, sebanyak 33 Provinsi mengusulkan 760 sekolah Adiwiyata. Setelah dilakukan berbagai tahapan evaluasi dan verifikasi lapangan, ditetapkankan 498 Sekolah Adiwiyata Nasional 2014 dari 30 provinsi.

Kegiatan hari ini juga sekaligus memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2014 yang bertema “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.  MenLHK menyampaikan, “Peringatan ini perlu terus dilakukan sebagai upaya perlindungan puspa dan satwa Indonesia terutama di pesisir dan laut. Sebagai negara maritim, Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang patut menjadi sumber ketahanan pangan”. Pemilihan Ikon Satwa Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan ikon Puspa Taka (Tacca leontopetaloides) adalah untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dari kepunahan di habitat aslinya di alam Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyerahkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2014 kepada 6 (enam) orang penerima Kalpataru yang secara konsisten menjaga kelestarian lingkungan sedikitnya selama 5 (lima) tahun terakhir. Selain itu, apresiasi diberikan MenLHK kepada Pemerintah Daerah Kabupaten yang berupaya melindungi dan melestarikan sumber daya alam hayati serta penanganan perubahan iklim secara insitu maupun exsitu melalui Program Menuju Indonesia Hijau(MIH) dan Program Kampung Iklim (PROKLIM).Program MIHbertujuan melakukan pengawasan dan mendorong  kinerja pemerintah kabupaten dalam mempertahankan dan meningkatkan tutupan vegetasi, sementara PROKLIM bertujuan menggerakan kelompok masyarakat di desa/dusun untuk  melakukan inisiatif lokal adaptasi dan mitigasi dalam menghadapi masalah perubahan iklim.

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Ilyas Asaad, MP, MH,
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat,
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Tlp/Fax: 8580087, email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id

 

Lampiran Siaran Pers

HmsKLH-126/12/2014

Penerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2014:

  1.  Robby K.T. Ko. DSKK dari Bogor Jawa Barat. Dokter pencinta Goa dan Karst, Penerima Kalpataru tahun 2001 yang menyelamatan Karst Gombong, mengembangkan Eco wisata dan pendidikan di Goa Petruk;
  2. Katrina Ko ni Kii dari Desa Malimada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penerima Kalpataru tahun 2005 yang mengembangkan usaha gaharu jenis Aquilaria filarial seluas 9 Ha dan tanaman lainnya yang menjadi rujukan sumber benih Gaharu;
  3. Jaro Dainah, Ketua Kelompok Masyarakat Adat Baduy, Provinsi Banten. Penerima Kalpataru tahun 2005 yang menjaga hutan lindung dari 2.500 Ha menjadi 3.000 Ha serta melindungi 350 mata air;
  4. Mukarim, Desa Penunggul, Propinsi Jawa Timur. Penerima Kalpataru tahun 2005 yang menanam mangrove seluas 150 Ha, membina 12 kelompok nelayan, serta melatih berbagai kegunaan mangrove kepada kelompok masyarakat;
  5. Kelompok Masyarakat Desa Adat Pemuteran, Propinsi Bali. Penerima Kalpataru tahun 2005 yang menjaga kearifan lingkungan ‘awig-awig’, melindungi terumbu karang dari penangkapan ikan yang menggunakan bom serta melakukan tranplantasi terumbu karang di 10 lokasi dengan penutupan karang 60%; dan
  6. Ir. Tarsoen Waryono, MSi. Depok, Jawa Barat. Dosen Universitas Indonesia. Penerima Kalpataru Tahun 2005 yang mengembangkan hutan kota di kampus UI seluas 112 Ha.

Program Menuju Indonesia Hijau tahun 2014 diberikan penghargaan kepada 20 kabupaten yaitu:

  • Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  • Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat;
  • Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara;
  • Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah;
  • Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan;
  • Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah;
  • Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan;
  • Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat; dan
  • Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Trophy

Penerima Piagam Raksaniyata

  • Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  • Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur;
  • Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan;
  • Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat;
  • Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali;
  • Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  • Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;
  • Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah;
  • Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan;
  • Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali;
  • Kabupaten Lebak, Provinsi Banten;

Daftar penerima Trophy Program Kampung Iklim (ProKlim) 2014 yaitu:

  1. Dusun Kubang, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat;
  2. Desa Sindanglaya, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat;
  3. Desa Mekarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat;
  4. Desa Ngrancah, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah;
  5. Desa Pagerwangi, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat;
  6. RW 08 Merbabu Asih, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat; dan
  7. Desa Pasanggrahan, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat;