KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS – Indonesia pada tahun ini untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pertemuan rutin tahunan organisasi internasional profesi bidang biologi dan pelestarian alam tropika. Organisasi Association for Tropical Biology and Conservation atau ATBC tersebut dibentuk sejak 1963.

Sebanyak 42 ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dijadwalkan memaparkan riset biodiversitas atau keanekaragaman hayati di Indonesia dalam pertemuan tersebut di Bali, 19-23 Juli 2010. Sebanyak 900 ilmuwan dari 60 negara sudah mendaftarkan untuk mengikutinya.

“Konferensi para biolog ini untuk mendekatkan jarak antara kebijakan (policy) dan keilmuan,” kata Kepala LIPI Lukman Hakim, Selasa (13/7), dalam konfrensi pers di Jakarta.

Menurut Lukman, seperti kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit telah dituding sebagai bagian dari penghancuran biodersitas di Indonesia. Semestinya, ada pendekatan antara kebijakan tersebut dengan aspek keilmuan biologi dan pelestarian tropika.

Dalam penyelenggaraan konferensi ATBC 2010, LIPI dan Universitas Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah utama. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam universitas Indonesia Adi Basukriadi dalam konfrensi ATBC di tujukan untuk menghasilkan deklarasi yang mendorong manfaat nyata.

Deputi LIPI Bidang Ilmu Hayati Endang Sukara mengatakan, sudah ditemukan potensi keanekaragaman hayati mikroorganisme seperti di Kebun Raya Bedugul, Bali. Di lokasi itu terdapat 30 persen spesies actinomycetes yang belum diekplorasi pemanfaatannya untuk bidang antibiotika.

Dedy Darnaedi selaku ketua organizing committee untuk konferensi ATBC ini mengatakan, selama ini keluhan dari para ilmuwan di bidang biologi umumnya adalah temuan riset jarang menjadi bahan pertimbangan suatu kebijakan pemerintah. (NAW)

Sumber:
KOMPAS
Rabu, 14 Juli 2010
Hal. 14
Nawa Tunggal