KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kupang, 5 Maret 2007. Bertempat di Hotel Kristal di Kota Kupang, dalam acara Rakoreg PPLH Regional Bali dan Nusa Tenggara anggota DPRD Propinsi NTT yang terdiri dari Anggota DPRD Propinsi NTT, Kota Kupang, Kab. Timor Tengah Selatan, Flores Timur, Lembata dan Sumba Timur mendeklarasikan terbentuknya Forum Peduli Lingkungan DPRD. Forum ini merupakan perwujudan dari kepedulian dan komitmen yang tinggi dari anggota DPRD di enam wilayah tersebut untuk bersama-sama mengarusutamakan kepentingan lingkungan hidup dalam setiap pengambilan keputusan publik dalam pembangunan. Pembacaan deklarasi dilakukan oleh Ketua Forum Peduli Lingkungan Hidup DPRD Kabupaten Sumba timur Jacob Rohi Lulu didampingi oleh 9 Anggota dewan yang berasal dari enam kabupaten/kota di NTT.

Pada kesempatan ini, hadir Menteri Negara Lingkungan Hidup, Bapak. Ir. Rachmat Witoelar menyaksikan pendeklarasian forum tersebut. Dalam sambutannya Bapak Menteri Negara Lingkungan Hidup menyatakan bahwa  semua pihak semua pihak sekarang harus memperhatikan dan mewaspadai dampak dari perubahan iklim yang hal ini sudah diakui telah terjadi yang merupakan hasil penelitian dari 2500an peneliti seluruh dunia yang dikeluarkan di deklarasi.jpgParis dan menyatakan bahwa hal ini disebabkan oleh perbuatan manusia. Lingkungan hidup tidak bisa hanya dilakukan oleh sekelompok tertentu, namun memerlukan semua pihak termasuk DPRD. DPRD dalam kebijakan pengelolaan lingkungan hidup memiliki peran yang sangat penting dalam mengarusutamakan kepentingan lingkungan hidup dalam setiap kebijakan pembangunan di daerah. Selanjutnya Bapak Menteri meminta agar dalam jangka pendek, legislatif di daerah dapat memetakan permasalahan lingkungan di daerahnya yang menjadi prioritas untuk segera ditangani.

Acara pendeklarasian ini juga merupakan sarana untuk memperkenalkan keberadaan forum ini kepada publik di Nusa Tenggara Timur. Hadir pula pada kesempatan ini Wakil Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur beserta Muspida dan jajarannya. Dengan demikian keberadaan kaukus di seluruh Indonesia mencapai 15 Cluster yang terdiri dari 52 kab/kota.  

Sumber:

Drs. Widodo Sambodo MS
Plt. Asisten Deputi Urusan
Partisipasi Masyarakat dan
Lembaga Kemasyarakatan
Ged. B lt. 5
Telp: 021-85904919; Fax: 021-8580087
Email: asdep4_3@menlh.go.id