KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

pesantren.jpg Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah pemeluk Agama Islam terbesar di dunia, merupakan aset yang sangat besar untuk dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup dunia. Begitu juga dengan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan tertua di Indonesia merupakan potensi yang sangat besar dalam upaya pelesatarian dan pengelolaan lingkungan hidup. Lebih dari 17.000 Pondok Pesantren  dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Bila Prinsip-prinsip pelestarian lingkungan yang berbasiskan ajaran Islam dapat dikembangkan melalui Pesantren, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan dan memperbaiki kerusakan lingkungan akan dapat terlaksana dengan baik dan Pondok Pesantren dapat dijadikan sebagai Pusat Pembelajaran lingkungan bagi komunitas pondok dan masyarakat sekitarnya. Sembilan Agenda Strategis yang ditawarkan untuk mendukung berhasilnya upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu : (1) lestarikan hutan untuk kesejahteraan bersama; (2) adaptasi sistem pertanian terhadap perubahan iklim; (3) tanam dan pelihara pohon; (4) gunakan energi ramah lingkungan; (5) tanggap informasi bencana; (6) cegah kebakaran hutan dan lahan; (7) cegah pencemaran lingkungan; (8) kembangkan ekonomi hijau; dan (9) budayakan kebersihan. Semoga dengan kesamaan agenda tersebut antara Pemerintah dan seluruh masyarakat dapat memperbaiki kondisi lingkungan Indonesia, demi terjaminnya keberlangsungan pembangunan untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Demikian antara lain disampaikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Dr. Ir. H. Gusti Mohammad Hatta pada pembukaan Sosialisasi  Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster D.I Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 4 November  2009 di Hotel Puri Artha, Yogyakarta.

Sementara itu Kepala Kanwil Dep. Agama Provinsi D.I. Yogyakarta dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Manusia diciptakan dan dipilih Allah untuk mendiami bumi sekaligus juga menjadikannya sebagai Khalifah (Khalifatullah fil Ardli). Maka sudah menjadi kewjiban manusia sebagai khalifah memelihara bumi, tempat hidupnya ini. Persoalan lingkungan hidup merupakan masalah manusia sepanjang masa, sebab manusia dan lingkungan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Pemeliharaan atau penyelamatan lingkungan dari kerusakan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam.

Kegiatan yang diselenggarakan  atas kerja sama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi D.I. Yogyakarta ini, dihadiri oleh + 115 orang Kyai dan Pimpinan Pondok Pesantren  perwakilan dari 40 Pondok Pesantren di Yogyakarta, pada kesempatan tersebut Kepala Badan Lingkungan Hidup D.I. Yogyakarta juga menginformasikan bahwa BLH Yogyakarta sejak tahun 2006 telah melakukan berbagai kegiatan lingkungan dengan komunitas Pondok Pesantren dan menyusun buku Pedoman Penyelenggaraan Pesantren berwawasan lingkungan. Setelah pembukaan acara tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi  dengan  menghadirkan pemateri dari kalangan Birokrasi dan Praktisi Lingkungan seperti Kakanwil Dep. Agama, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Yogyakarta dan Praktisi lingkungan seperti Prof. Dr. H. Muhjidin Mawardi, MA dari Dep. Lingkungan PP. Muhamadiyah, K.H. Abdul Muhaimin dari Pondok Pesantren Nurul Umahat dan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba proposal penyediaan sarana fisik pendukung Eco-Pesantren dan copy VCD Cara Pengolahan Sampah Organik di Kebun Karinda (ws).

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan