KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Dengan memasukan aspek lingkungan lewat pendidikan sekolah, diharapkan tercipta benih masyarakat yang peduli lingkungan hidup. Peringatan Hari Bumi 2010 merupakan momentum tepat menegaskan arti penting pendidikan lingkungan sejak dini.

Setiap 22 April, peringatan Hari Bumi rutin digelar untuk menggugah kepedulian warga dunia terhadap perkara lingkungan hidup. Cara memperingatinyapun beragam dan biasanya tampak semarak. Ada yang memperingatinya dengan berdemo atas kebijakan pemerintah setempat (yang dinilai tidak pro lingkungan), ada pula yang merayakan lewat gerakan menanam pohon, uji emisi kendaraan bermotor gratis, hingga membersihkan pesisir sungai atau pantai.

Sayangnya, beragam peringatan Hari Bumi biasanya dilakukan hanya segelintir aktivis lingkungan. Beragam peringatan tersebut, bagi sebagian orang, juga hanya dianggap sekedar tontonan, bukan tuntunan. Tak pelak, dampak peringatan Hari Bumi yang rutin dilakukan setiap tahun jauh panggang dari api. Malahan seiring waktu berjalan, kita harus menerima kenyataan, sekarang ini  permasalahan lingkungan hidup semakin pelik dan kompleks.

Tengok saja pencemaran air di Sungai Ciliwung yang membelah Jakarta, kian sesak dengan limbah domestik dan industri. Begitu pula langit ibu kota yang terlihat selalu