KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

menado_berita.jpgManado, 29 Desember 2006.  Berbagai kelompok perempuan dan kelompok pemerhati lingkungan di Provinsi Sulawesi Utara sepakat membentuk jaringan dalam upaya mencapai pembangungan berkelanjutan melalui perwujudan kesetaraan dan keadilan gender. Kelompok yang dimotori oleh Dra. Hetty A. Geru, MSi, Kepala Pusat Kajian Gender FISIP Univ. Sam Ratulangi ini mempunyai misi: (a). Memperjuangkan kesempatan yang sama bagi perempuan dalam pengelolaan LH, (b). Menyusun program aksi untuk pemberayaan dan peningkatan kualitas hidup perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, (c). Melindungi perempuan dari berbagai ancaman pencemaran lingkungan.

Dalam Sambutannya, Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Dra. Setyawati J. Arifin, MSc memberikan dukungannya kepada kelompok yang baru terbentuk ini dan menyatakan perlunya kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan pengelolaan lingkungan. Staf Ahli MENLH bidang Sosial Budaya dan Kemitraan, Dr. Henri Bastaman, MES sebagai keynote speaker pada kesempatan ini mengemukakan isu dan fakta mengenai peningkatan laju kerusakan lingkungan yang sudah semakin buruk baik di lingkungan global maupun di tingkat lokal. Penjelasannya mengenai dampak buruk perusakan dan pencemaran terhadap perempuan, berhasil menggugah para peserta pertemuan untuk beraksi nyata menjaga dan mencegah terjadinya bencana lingkungan.

Di tingkat lokal, Dr. Ir. Inneke Rumengan, menjelaskan bahaya merkuri serta proses terjadinya pencemaran bahan berbahaya dan beracun (B3) ini di provinsi Sulawesi Utara. Sebagai pengembangan jaringan perempuan di tingkat nasional, Bieba Baely dari Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (APPB) menceritakan ikhwal terbentuknya APPB serta perjalannannya dalam menjalankan berbagai kegiatan. Dari diskusi yang dipandu oleh Prof. Bonnie F. Sompie, para anggota aliansi yang terdiri dari perempuan dan laki-laki ini menyampaikan perlunya fokus kegiatan aliansi pada kegiatan pencemaran lingkungan akibat peredaran B3 (merkuri, sianida dll) yang telah merusak lingkungan. Selanjutnya peserta sepakat untuk menyelenggarakan Pekan Peduli Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan pada Hari Lingkungan bulan Juni 2007.

Pertemuan yang masih bernuansa Hari Ibu dan Hari Natal ini dihadiri pula oleh Ibu Gubernur Prov. Sulut dan ditutup oleh Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Prov. Sulawesi Utara,  Ir. Gretty Sumayku. Pihak Biro PP Prov. Sulut menyatakan rasa bangga dan memberi dukungannya atas terbentuknya Aliansi Peduli Perempuan dan Pembangungan Berkelanjutan (APPPPB) Sulawesi Utara.

Sumber:
Asdep urs. Partisipasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Tel: 021-85904919, fax: 021-8580087
Email: sinta@menlh.go.id