KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sepeda, sarana transportasi roda dua tanpa mesin ternyata dapat memberikan banyak manfaat, baik bagi pemakaiannya, mau pun bagi masyarakat dan lingkungan hidup. "Dengan bersepeda, kewaspadaan pancaindera tetap terasah. Sebab, tidak hanya anggota badan kita tetap bergerak, selama di perjalanan kita perlu memperhatikan kondisi jalan. Ini penting, karena akan menentukan irama kaki saat mengayuh sepeda," ujar seorang penggemar sepeda onthel.

Dimasa perjuangan kemerdekaan, Bung Karno sangat sering menggunakan sepeda, baik sekedar menelusuri jalan dan lorong kampung untuk bertemu dengan rakyat, mau pun bertandang ke rumah para sahabat sepergerakan. Selain Bung Karno, masih banyak pula tokoh pergerakan lain yang juga gemar bersepeda dalam aktivitasnya sehari-hari. Prof Sunario, misalnya, sudah gemar bersepeda sejak masih aktif di kepanduan.

Semasa menjabat presiden, Soeharto juga beberapa kali mengkampanyekan pemakaian sepeda, termasuk mendorong pendirian pabrik sepeda dengan merk ‘Turangga."

Menurut seorang penggemar sepeda, berkendaraan sepeda memang d memberi kenyamanan fisik mau pun psikologis. "Saat mengayuh sepeda, terasa ada nuansa kesetaraan dengan sesama, dan ikatan emosional dengan lingkungan," kata dia. Gerakan badan yang rutin dan teratur, bisa memperlambat proses penuaan karena dengan bersepeda penyerapan oksigen oleh tumbuh menjadi lebih banyak.

"Sayangnya, saat ini bersepeda di jalanan Jakarta cenderung tidak aman, karena padatnya lalulintas kendaraan bermotor," keluhnya. Dikatakannya, selain bermanfaat bagi kesehatan, masih terdapat sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh dengan sepeda antara lain:

  • Harganya terjangkau, dan tidak memerlukan lahan parkir yang luas.
  • Tidak mencemari lingkungan dan dapat mengurangi kemacetan lalulintas.
  • Dapat dipakai oleh semua usia.
  • Hemat energi dan ramah lingkungan.
  • Memberikan kesempatan berinteraksi yang leluasa baik dengan sesama pemakai jalan, maupun dengan warga masyarakat di sekitarnya. PIL