KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Brussels, (ANTARA News) – Pemerintah Belgia Senin memutuskan untuk menangguhkan awal penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) 10 tahun hingga 2025, kata Menteri Iklim dan energi Paul Magnette.

"Pemerintah telah memutuskan menangguhkan hingga 10 tahun tahapan pertama penghapusan pembangkit listrik tenaga nuklir," tulis pernyataan itu, sebagaimana dikutip dari AFP.

Berdasarkan undang-undang pada 2003, tujuh reaktor Belgia di mana dijadwalkan ditutup antara 2015 hingga 2025.

Tiga dari reaktor tersebut, dua pada pabrik Doel di Belgia bagian utara dan satu di Tihange di selatan, di mana dijadwalkan sudah ditutup pada 2015 setelah 40 tahun beroperasi tetapi sekarang tetap buka hingga 2025.

Mengenai tiga reaktor yang tetap dibuka, para produsen listrik utama akan menyumbang antara 215 hingga 245 juta euro untuk negara itu guna menutupi antara 2010 hingga 2014, kata kementerian tersebut.

Magnette menyerukan untuk penangguhan karena biaya dan jaminan energi.

"Ini akan menjamin pasokan, membatasi produksi karbon dioksida dan mengijinkan kami mempertahankan harga yang melindungi konsumen dan daya saing perusahaan-perusahaan kami," katanya dalam awal bulan ini.

Belgia memperoleh sekitar 55 persen listriknya dari pembangkit listrik tenaga nuklir.(*)

Sumber:
RSS Antara News