KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bekasi (ANTARA News) – Sekuntum bunga bangkai (Amorphophallus titanum Becc) ditemukan mekar di kebun warga jalan Bengkong RT III RW III Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Saman (34), warga setempat yang pertama kali menemukan bunga bangkai tersebut, Senin mengatakan, ia melihat bunga tersebut mencuat di tengah ilalang di kebun warga, saat memanjat sebatang pohon mangga.

"Ketika berada di atas pohon saya lihat ada yang menyeruak dari ilalang yang tumbuh tinggi seperti bunga. Ketika didekati ternyata memang bunga, namun waktu itu saya tidak tahu bahwa yang tumbuh itu bunga bangkai," ujarnya.

Bunga bangka juga disebut suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif).

Bunga berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) setinggi lebih 40 Cm yang dikelilingi oleh seludang bunga yang berukuran selebar mangkok besar berwarna merah terang itu terlihat masih sangat segar.

Saman menyatakan sebelumnya ada warga yang mengambil rumput di lokasi tersebut untuk dijadikan makanan kambing tapi saat itu ia belum melihat bunga itu.

"Semula saya tidak tahu bunga apa namanya. Bunganya berukuran besar dan berbau busuk, namun setelah penemuan itu disampaikan ke warga barulah mereka menyebut bunga tersebut adalah bunga bangkai," ujarnya.

Lokasi tumbuhnya bunga yang mudah dicapai menyebabkan temuan bunga itu menyebar dan mendorong banyak orang untuk melihat secara langsung.

Banyaknya warga yang berdatangan untuk melihat bunga itu, dimanfaatkan oleh sekelompok pemuda untuk menempatkan sebuah kotak amal sebagai sumbangan setelah melihat keindahan dan besarnya bunga itu.

Puluhan warga terlihat mengelilingi serta mengamati bunga bangkai yang kini dipasangi tali di sekeliling bunga agar tidak disentuh.

Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya yaitu A. gigas (juga endemik dari Sumatra) dapat menghasilkan bunga lebih tinggi.

Bunga bangkai sesuai namanya mengeluarkan bau seperti bangkai, yang berguna untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya.

Bunga mekar untuk waktu sekitar seminggu, kemudian layu. Apabila pembuahan terjadi, akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini dapat ditanam. Setelah bunga masak, seluruh bagian generatif layu.

Pada saat itu umbi mengempis dan dorman. Apabila mendapat cukup air, akan tumbuh tunas daun dan dimulailah fase vegetatif kembali.

Bunga bangkai yang selama ini dikenal berasal dari Indonesia, tepatnya Bengkulu, Sumatra, saat ini dijadikan salah satu ikon wisata negeri tetangga, Malaysia seperti dimuat di website imagegallery.tourism.gov.my.
(*)

Sumber:
RSS-Antara News