Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

Banda Aceh (ANTARA News) – Harimau yang ditangkap masyarakat di kawasan Desa Jambo Apha, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (21/10), dalam kondisi kritis dan saat ini dirawat di Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) di Banda Aceh.

"Kondisi harimau kritis karena sangat lemah dan tidak bergerak. Saat ini kita rawat intensif," kata Kepala BKSDA Provisi Aceh, Abubakar di Banda Aceh, Sabtu.

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ini, kata dia, mengalami luka serius di kedua kaki kanan akibat terjerat perangkap babi. Luka tersebut diperkirakan telah terjadi selama sepuluh hari.

Akibat luka serius tersebut, kondisi harimau lemah sehingga belum diputuskan untuk diamputasi. Menurut Abubakar, sulit dilakukan amputasi sebab membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk operasi.

Keputusan tersebut diambil setelah diadakan rapat antara BKSDA, LSM lingkungan, dokter hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Pemerintah Aceh.

"Jika dioperasi harus dibius dulu tapi karena kondisinya lemah kita khawatirkan akan tidak sadarkan diri hingga meninggal. Tapi melihat kondisi lukanya memang saya perkirakan perlu diamputasi jika tidak, akan infeksi," tambahnya.

Harimau berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia sekitar enam tahun itu tiba di BKSDA Provinsi Aceh pada Sabtu siang dari Aceh Selatan karena memerlukan perawatan intensif setelah tertangkap warga.

Selama dirawat di Aceh Selatan harimau ini telah diberikan tujuh botol infus sebab kondisinya sangat lemah saat tertangkap. Harimau yang memiliki panjang tubuh mencapai 130 cm dan tinggi 90 cm itu saat tiba di BKSDA hanya terbaring di kerangkeng.

Diperkirakan karena terluka akibat perangkap babi, harimau betina itu terpaksa turun ke pemukiman warga untuk mencari makan dengan memangsa ternak sehingga meresahkan warga setempat.(*)

Sumber:
RSS-Antara News