KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sumber: Antara Rilis Pers

     Jakarta, 23 November 2009 (ANTARA) — Menjelang berlangsungnya pertemuan tingkat kepala negara yang membahas perubahan iklim di Kopenhagen (COP 15) pada 7-18 Desember 2009, Indonesia optimis mampu memainkan peran strategis dalam COP 15. Demikian dikatakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dalam konferensi pers setelah peluncuran dokumen Komunikasi Nasional (National Communication-NATCOM II) pada 23 November 2009 di Hotel Borobudur Jakarta. Hadir dalam konferensi pers Country Director UNDP Indonesia Hakan Bjorkman dan Menteri Lingkungan Hidup Norwegia Erik Solheim.

     Hatta mengatakan, dokumen Komunikasi Nasional merupakan dokumen resmi penanganan perubahan iklim di Indonesia yang akan disampaikan kepada sekretariat The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Dokumen ini juga merupakan referensi dasar dan utama bagi penyusunan program dan kebijakan lebih lanjut untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Pittsburg-Amerika Serikat, 24-25 September lalu.

     Senada dengan Hatta, Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar mengatakan, Indonesia mempunyai kondisi psikologis yang sangat baik dalam menghadapi COP 15. Pasalnya, pada saat berlangsungnya Konferensi UNFCC di Bali (2007), Indonesia mampu memecahkan kebuntuan negoisasi yang melahirkan Bali Road Map. "Saat itu, kehadiran Presiden Yudhoyono berhasil mengatasi kebuntuan yang ada," ujar Rachmat yang berharap Presiden juga bisa hadir dalam COP 15 di Kopenhagen.

     Dalam diskusi panel tentang perubahan iklim yang merupakan rangkaian acara Dialog Nasional Perubahan Iklim, mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim berharap negara-negara berkembang termasuk Indonesia tidak boleh mengemis kepada negara-negara maju agar mereka mengurangi emisinya. Menurut Emil, negara-negara berkembang harus berupaya keras agar negara-negara maju mau menurunkan emisinya.

     Dalam penutupan acara Dialog Nasional, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumberdaya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan KLH Masnellyarti Hilman mengatakan, Indonesia akan mempunyai posisi dan peranan strategis dalam COP 15. Untuk itu, dia berharap dukungan semua pihak agar delegasi Indonesia dapat memperjuangkan usulannya sebagaimana yang terkandung dalam dokumen Komunikasi Nasional (National Communication-NATCOM).