KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sukabumi (ANTARA News) – Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menargetkan penurunan kasus kebakaran hutan di Indonesia hingga 20 persen per tahun.

"Kami akan mencari cara bagaimana kebakaran hutan di sejumlah daerah bisa dikurangi," kata Menhut usai menghadiri Hari Pulang Kampus (Hapka) XIV Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu.

Masalah itu, lanjut dia, rencananya akan dibahas dalam rapat yang diselenggarakan pada 5 November.

Ia menyebutkan sejumlah daerah yang mendapat perhatian khusus karena sering terjadi kasus kebakaran hutan antara lain Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Riau dan Jambi.

"Kebakaran hutan/gambut ada yang terjadi secara alamiah maupun nonalamiah," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan sebanyak 500 ribu hektare hutan yang gersang dapat dihijaukan kembali per tahun, apalagi saat ini ada sejumlah lahan hutan yang berubah fungsi akibat sejumlah faktor.

"Otonomi daerah berpengaruh pada banyaknya areal hutan yang di dalamnya dibangun jalan, dan kantor sehingga harus segera diatasi dengan Undang-Undang Tata Ruang," ujarnya.

Menurut dia, sejumlah target tersebut telah tertuang dalam pakta integritas dan kontrak kerja yang ditandatanganinya untuk dijalankan pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua.

"Saya berharap semua pihak termasuk kalangan akademisi IPB dapat memberikan kontribusi dalam memperbaiki hutan," demikian Menhut Zulkifli Hasan.

Dalam kunjungannya, Menhut Zulkifli Hasan diangkat menjadi anggota kehormatan Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB.

Salah seorang alumni Fakultas Kehutanan IPB Hariadi Kartodiharjo menyerahkan secara langsung sejumlah pokok pikiran Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB kepada Menhut.(*)

Sumber:
RSS-Antara News