KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 Wina (ANTARA News/Xinhua-OANA) – Beberapa ahli mengenai perlindungan burung memperingatkan bahwa pemanasan global telah kian menimbulkan ancaman bagi lingkungan hidup burung alphine.

Satu pertemuan profesional mengenai perlindungan burung saat ini diselenggarakan di Portschach, Austria, oleh satu organisasi internasional bagi perlindungan burung "Bird Life" melalui kerja sama dengan "Ornithologists Association" dari Jerman.

Para ahli yang menghadiri pertemuan itu menyatakan pemanasan global telah membuat tumbuhan alphine berubah, ruang hidup sejenis burung kutilang salju dan burung lain gunung terjepit, demikian laporan yang disiarkan oleh "Bird Life", Jumat.

Ada survei lain mengenai wilayah Alpine Swiss, yang juga memperlihatkan bahwa sejak 1990, jumlah hewan sejenis ayam bertubuh pendek telah merosot sebanyak sepertiga.

Populasi ayam jantan di Swiss juga anjlok sebanyak 45 persen dari 19971 hingga 2001.

Selain itu, banyak penunjuk kelangsungan hidup bagi sejenis burung belibis hitam, terutama daerah distribusinya, juga merosot.

Ahli ornithologi Austria, Marc Graf, menyatakan, di bawah dampak pemanasan iklim, diperkirakan bahwa, dalam 70 tahun ke depan, "jalur hutan akan bergerak ke atas ke daerah ketinggian 290 meter" di daeah Alphine.

Itu berarti pegunungan di wilayah Alphine tanpa pepohonan, dan bagi burung gunung, akan menjadi pengurangan bahkan hilangnya habitat.

Para ahli yang menghadiri pertemuan tersebut juga menyatakan pemanasan global bukan hanya akan mengurangi ruang hidup burung gunung, tapi juga mempengaruhi burung berpindah.

Kebanyakan burung berpindah Eropa bergerak ke Afrika pada musim dingin. Namun, karena di sana terus terjadi kemarau dan penggurunan, kelangsungan hidup burung semacam itu seperti sejenis burung layang-layang Eropa-Asia, burung pengicau telah terancam.(*)

COPYRIGHT © 2009

Sumber:
Antara