KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka komunikasi dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown terkait perkembangan konferensi perubahan iklim.

Juru bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, mengatakan, komunikasi antara Presiden dan PM Brown akan dilakukan Rabu (28/10) malam sekitar pukul 21.45 WIB melalui saluran telepon.

"Nanti malam pukul 21.45 WIB Presiden akan terima telepon dari PM Gordon Brown, tentang climate change," kata Dino.

Ia menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Yudhoyono memang memberikan perhatian terhadap perkembangan pembicaraan dan perundingan perubahan iklim menjelang pertemuan di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.

"Sebelumnya Presiden telah panggil sejumlah menteri untuk membuat strategi paper. Ada keprihatinan di Kopenhagen nanti ada kemungkinan tidak tercapai hasil maksimal, seperti di Bali susah payah mencapai Bali Road Map, proses yang sulit," kata Dino.

Kebuntuan yang terjadi di Bali, kata Dino, dapat terpecahkan setelah ada intervensi dari Presiden Yudhoyono dan juga Sekjen PBB Ban Ki Moon.

"Indonesia ingin adanya dorongan yang keras untuk hasil konkrit di Kopenhagen nanti," kata Dino.

Pembicaraan antara Presiden Yudhoyono dan PM Brown diperkirakan seputar perkembangan perundingan perubahan iklim yang dijadikan dasar kesepakatan di Kopenhagen nanti.

Dino menambahkan, beberapa hari yang lalu Presiden memanggil sejumlah menteri seperti Menteri Perhubungan Freedy Numberi, Menteri Pertanian Suswono, Meneg LH Gusti Muhammad Hatta untuk menyiapkan langkah kerja enam pekan ke depan terkait perundingan perubahan iklim. (*)

Sumber:
RSS-Antara News