KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kopenhagen (ANTARA News/Reuters) – Milyarder George Soros, Minggu, mengatakan akan menginvestasikan satu miliar dolar AS di bidang teknologi energi bersih sebagai bagian dari upaya memerangi perubahan iklim.

Investor Amerika Serikat kelahiran Hungaria itu juga mengumumkan, dia akan membentuk dan mendanai satu prakarsa kebijakan iklim baru dengan 10 juta dolar AS per tahun untuk selama 10 tahun.

"Pemanasan global adalah masalah politik," kata Soros dalam satu pertemuan para redaktur di ibukota Denmark, di mana pemerintah-pemerintah dijadwalkan akan bertemu Desember dalam upaya menggodok perjanjian iklim global baru untuk menggantikan Protokol Kyoto 1997.

"Ilmu pengetahuan adalah jelas, yang kurang jelas adalah apakah para pemimpin dunia itu akan menunjukkan kemauan politik yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini," katanya, menurut pernyataan singkat yang dikirim melalui surat elektronik.

Pernyataannya itu terjadi sehari setelah perundingan-perundingan tentang iklim di Bangkok berakhir buntu, berkaitan dengan berapa banyak uang tunai yang diperlukan untuk membantu negara-negara miskin, agar mereka mencapai perubahan iklim.

Kebuntuan juga berkait pada ukuran pengurangan emisi gas rumah kaca di kalangan negara-negara kaya.

Soros mengatakan, dia akan menerapkan kriteria keras terhadap investasinya di bidang teknologi energi bersih itu.

"Saya akan mencermati demi peluang yang mendatangkan keuntungan, tapi saya juga akan meminta dengan tegas bahwa investasi tersebut memberikan sumbangan nyata untuk memecahkan masalah perubahan iklim," kata Soros. (*)

Sumber:
RSS Antara News