KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pamekasan (ANTARA News) – Sebuah gua, belum lama ini kembali ditemukan warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di Desa Klompang Barat, wilayah Kecamatan Pakong.

Menurut warga setempat, Badri, tempat gua ini sebenarnya sudah lama diketahui. Akan tetapi warga sekitar tidak berani masuk karena banyak ditumbuhi semak, sehingga warga khawatir banyak binatang liar di dalamnya.

"Musim kemarau ini baru diketahui warga bahwa di sini ada gua, ketika bola anak-anak masuk ke dalam gua saat bermain bola di ladang ini," katanya, Minggu

Gua yang berada di Desa Klompang Barat, Kecamatan Pakong ini, berjarak sekitar 1 kilometer dari gua yang ditemukan warga bernama Syukur di Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, bulan Ramadhan lalu.

Jika dijadikan objek wisata, gua di Desa Klompang ini sebenarnya lebih potensial. Selain posisinya memang berada di pinggir jalan desa, juga lebih besar. Orang yang akan masuk ke dalam gua ini tidak perlu berjongkok sebagaimana di gua Bicorong.

Ukuran gua juga lebih besat, yakni dengan lebar tujuh meter dan panjang sekitar 20 meter. Di dalam gua juga terdapat "dug-dug batu" yang menimbulkan bunyi yang sangat keras jika dipukul.

Gua di Desa Klompang ini memang terlihat belum terawat sebagaimana gus di Desa Bicorong. "Gua ini sebenarnya juga potensial untuk dijadikan objek wisata," kata Badri.

Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat, gua di Desa Klompang Barat ini juga tembus ke gua Payudan yang ada di Desa Payudan Dungdang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep yang merupakan guna bersejarah di Madura.

Di jarak sekitar 500 meter dari mulut gua, ada batu yang menyerupai ranjang tidur. Hanya untuk menuju ke tempat itu membutuhkan penerangan yang cukup dan terkadang harus berjalan jongkok, karena lorong gua sempit.

"Yang pernah masuk ada warga desa itu juga, tapi dia sudah meninggal. Saat hidup menceritakan tentang kondisi lorong gua ini yang ada di dalam sana," kata Badri menuturkan.
(*)

Sumber:
RSS Antara News