KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Banda Aceh (ANTARA News) – Masyarakat dibantu sejumlah aparat keamanan Polres Aceh Selatan berhasil menangkap harimau yang selama ini diduga memangsa ternak milik warga setempat.

Pawang Samsumi yang membantu menangkap harimau di kawasan Gunung Lubuk Simirah Kabupaten Aceh Selatan, Rabu mengatakan, raja hutan ini sering mengganggu kenyamanan masyarakat daerah ini.

"Kini, keresahan warga sedikit berkurang sesudah ditangkapnya harimau yang selama ini diduga memangsa ternak mereka. Masyarakat kita harapkan tetap waspada," katanya.

Menurutnya, meskipun si raja hutan sudah berhasil ditangkap namun pasangannya (harimau jantan) diperkirakan masih berkeliaran sekitar kawasan tersebut.

Harimau yang tertangkap itu sebelumnya sudah sepekan terakhir berkeliaran di permukiman penduduk dan menimbulkan keresahan warga di daerah penghasil pala tersebut.

Selama sepekan berkeliaran di pemukiman, harimau telah memangsa tujuh ekor ternak kambing dan puluhan ekor ternak ayam dan bebek milik warga masyarakat setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Tapaktuan, Safwan mengatakan, harimau berjenis kelamin betina memiliki tinggi badan 90 cm dan panjang 130 cm diamankan di kantor BKSDA.

"Harimau kita amankan untuk mendapatkan perawatan agar kondisi fisiknya membaik. Jika sudah membaik akan kita kirim ke BKSDA Aceh untuk mendapatkan perawatan lanjutan," katanya.

Kondisinya saat ditangkap sudah lemah akibat kurang makan dan luka di bagian kaki depan sebelah kanan yang diperkirakan terkena jeratan babi sehingga sangat sulit untuk kembali ke hutan.
(*)

Sumber:
RSS-Antara News