KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

enewa (ANTARA News) – Dana Suaka Alam Dunia (WWF), organisasi non-pemerintah pelestarian lingkungan hidup internasional, Ahad, memperingatkan hanya tersisa lima tahun untuk mengurangi dampak bahan bakar fosil dan menyerukan tindakan cepat dan tepat guna menangani perubahan iklim.

Kim Carstensen, pemimpin Gagasan Iklim Global WWF, mengatakan temuan itu memperlihatkan bahwa "jendela kesempatan baik untuk bertindak mengenai perubahan iklim menutup dengan cepat".

Dalam satu laporan yang diberi nama "Climate Solutions 2", yang disiarkan pada Ahad di Gland, Swiss, organisasi tersebut menyerukan tindakan serempak mengenai buangan gas rumah kaca, penerapan standar efisiensi energi, insentif guna mensahkan energi yang terbarukan seperti feed-in tariff dan penghapusan subsidi untuk bahan bakar fosil.

Jika energi yang terbarukan, pengumpulan dan penyimpanan karbon, efisiensi energi, pertanian rendah karbon yang berkesinambungan dan kehutanan yang berkesinambungan dikembangkan saat ini, "kita dapat menang dalam perang melawan perubahan iklim …", kata Dr. Stephan Singer, pemimpin Gagasan Energi Global WWF.

Menurut laporan itu, proyeksi biaya bagi penanaman modal di bidang energi yang terbarukan dapat mencapai 7 triliun dolar AS, meskipun itu akan memberi hasil enam kali lipat paling lambat pada 2050.

Carstensen, yang menyeru peserta Konferensi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen pada Desember, mengatakan, "Yang paling penting dan mendesak, (ialah) dasar bagi perubahan ini harus diletakkan di Copenhagen pada Desember dengan ikatan yang adil dan kesepakatan baru global yang efektif mengenai perubahan iklim."

"Climate Solution 2" disiapkan buat WWF oleh "Climate Risk", yang mengambil contoh dari proyeksi iklim bagi penyedia prasarana dan perusahaan asuransi global.

WWF, yang didirikan pada 1961, adalah organisasi terbesar pelestarian alam independen di dunia dan aktif di lebih dari 90 negara. Organisasi tersebut bermarkas di Gland, Swiss. (*)

Sumber:
RSS-Antara News