KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DSCN1433.JPGJakarta Selatan, 22‑23 Juli 2006. Kepedulian, ketekunan dan kerja keras warga RW 03 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan dalam mengelola lingkungan di wilayah pemukimannya. sejak tahun 2001, telah membuahkan hasil. Tahun 2004, kelurahan Rawajati memperoleh gelar sebagai RW terbaik DKI, PKK Terbaik dan anugerah Kalpataru DKI Jakarta, selanjutnya menyusul gelar "Desa, Terbaik’ ke 2 tingkat Nasional. Tidak heran jika kemudian pada tahun 2005 Bapak Sutiyoso, Gubemur DKI Jakarta mengukahkan RW 03 Rawajati menjadi Kampung Agrowisata.

Dalam rangka, hari jadi Jakarta ke 479, kelurahan Rawajati menjadi tuan rumah dari kegiatan Atraksi Wisata, Agro dan Ekowisata pada. tanggal 22‑23 Jufi 2006. Berbagai acara digelar dalam atraksi tersebut, seperti Pemilihan Abnon (abang‑none) Cilik, Layar Tancap, Festival Permainan Tradisional Betawi, Festival Jajanan Betawi, Pameran dan Bazaar Produk Agro, dan Ekowisata. dan lain‑lain.

Wilayah RW 03 tersebut dibagi menjadi 5 wilayah yaitu Pasar Senen, Pasar Rebo, Pasar kemis Pasar Jumat dan Pasar Minggu. Di setiap wilayah tersebut selain menggelar berbagai produk dan banyak peserta, juga dijual dan dipamerkan berbagai produk yang diproduksi oleh warga Rawajati sendiri seperti misalnya tanaman hias, kompos, tanaman TOGA, minuman khas Betawi bir pletok, minuman instan kunyit asem, dan lain‑lain.

update1.jpgPada kesempatan tersebut Asdep Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan mengundang beberapa kelompok masyarakat peduli lingkungan, seperti dari 5 kelurahan di Jakarta Timur, PEPULIH ‑ pemenang kedua Lomba Kreasi Daur Mang bagi Kelompok Perempuan tahun 2004 yang diselenggarakan oleh KLH dan Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Pondok Pekayon. Selain untuk bersilaturahmi antar praktisi Pengelolaan ligkungan hidup, juga untuk melihat dan dekat kegiatan tersebut serta melihat langsung keasrian wilayah RW 03 Rawajati dan bertukar pengalaman,

Sekitar 20 orang yang mewakili beberapa kelompok masyarakat di Jakarta, secara antusias mengikuti diskusi sambil lesehan di tenda utama, jauh dari suasana formal. Sebagian peserta diskusi telah lam mempraktekkan upaya pengelolaan lingkungan hidup baik di permukiman maupun di tempat‑tempat lain. Sebagian lagi baru akan mengembangkan upaya pengelolaan lingkungan di permukimannya. Kegiatan ini betul‑betul menjadi ajang untuk belajar, melihat dan mendengar secara langsung pengalaman dan kelompok lain yang sudah lebih dahulu melaksanakannya.

Setelah berfoto bersama, acara dilanjutkan dengan berkeliling kawasan Rawajati, melihat pemukiman warga, kebun pembibitan taman lingkungan yang rimbun dan menyejukkan, serta tentu saja .. mendapat berbagai bibit tanaman sebagai cendera mata.

Kepedulian warga dalam mengelola lingkungan di permukimannya terbukti telah membefikan manfaat, berupa lingkungan Yang lebih bersih what dan liveable serta. manfaat ekonomis Tidak saja untuk warga setempat, namun juga warga sekitar. (srs)

Informasi lebih lanjut:

Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan

Gedung B lantai V

T/F: 02185911211

srs@menlh.go.id