KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Denpasar  – Semua instansi pemerintah, LSM dan organisasi profesi di tingkat propinsi Bali, delapan kabupaten dan satu Pemkot di daerah ini sepakat mendukung dan menyukseskan gerakan Indonesia Hujau.

"Surat Mendagri segera akan ditindaklanjuti dengan melakukan gerakan massal penanaman berbagai jenis pepohonan," kata Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha di Denpasar Selasa.

Ia mengatakan, berbagai jenis pepohonan dalam jumlah yang cukup banyak telah disediakan Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Bagi Pemkab dan Pemkot yang memerlukan bantuan bibit agar segera menghubungi Dinas Kehutanan Bali.

"Penanaman massal pepohonan yang melibatkan berbagai pihak akan dilakukan secara serentak 1 Desember mendatang," kata Gubernur Beratha.

Mengingat banyak pepohonan yang harus ditanaman, Pemkab dan Pemkot bisa melakukan penanaman lebih awal, hingga rampung seluruhnya 1 Desember mendatang.

Gubernur Beratha menjelaskan, gerakan Indonesia hijau itu mendukung program Bali hijau yang telah dicanangkan tahun 1998.

Dinas Kehutanan Propinsi Bali secara berkesinambungan melakukan pembibitan berbagai jenis pepohonan yang ditanam di kiri-kanan jalan atau tempat-tempat lain agar Bali menjadi rindang.

Berbagai jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomis, tanaman langka maupun tanaman keperluan upacara ritual telah ditanam dan hal itu disempurnakan lagi dalam program Indonesia hijau.

Gerakan Bali hijau yang "dikomandoi" Gubernur Bali, Drs Dewa Beratha melibatkan karyawan-karyawati dari berbagai instansi pemerintah tingkat Propinsi Bali maupun Pemkab.

Penanaman dilakukan secara berkesinambungan, tanpa menunggu momentum atau hari-hari peringatan tertentu. Hal itu dilakukan untuk menambah kesejukan Bali sebagai daerah wisata.

Jika sepanjang jalan pepohonannya rindang maka Bali akan bertambah sejuk, meskipun musim kemarau, ujar Gubernur Beratha.(* 07-11-2007)