KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, Rakyat Merdeka. Indonesia mendapat kehormatan ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan cuaca sedunia (United Nation Climate Change Conference/UNCCC) yang ke-13.

Rencananya, konferensi yang dihadiri sekitar 10 ribu peserta dari 180 negara itu akan diadakan Desember mendatang di Bali.

"Penunjukan ini hasil pertemuan UNCCC ke-12 di Nairobi, Kenya, November 2006 lalu," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, kemarin (24/1).

Menurut Rachmat, pertemuan itu cukup bergengsi sehingga beberapa negara berebut menjadi tuan rumah. Sesuai tema, hal yang menjadi topik utama konferensi adalah mengenai perubahan iklim.

Menurut suami Erna Witoelar itu, masalah cuaca dan perubahan iklim adalah masalah global yang menjadi tanggung jawab bersama negara-negara di dunia. "Masalah cuaca tidak bisa dibatasi secara teritorial, sehingga harus dibicarakan bersama-sama sekaligus membuat konsep peraturannya," jelasnya.

Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menggunakan kesempatan itu untuk memperjuangkan kepentingan dalam negeri. Misalnya h mengenai peraturan tentang upaya pengurangan penggundulan hutan.

"Kita harapkan ada penajaman aturan-aturan yang masih pending pada konferensi sebelumnya. Salah satunya adalah metodologi untuk menghitung positif insentif mengenai pengurangan penggundulan hutan," ujar Sulistiyowati, asisten deputi menteri LH bidang pengendalian dampak dan perubahan iklim, yang duduk di sebelah menteri. jpnn