KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Sesuai dengan fungsinya, bangunan pantai dapat diklasilikasikan dalam tiga kelompok. Pertama, kontruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai. Kedua, konstruksi yang dibangun kira-kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai dan ketiga, konstruksi yang dibangun dilepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai.

Dalam buku Teknik Pantai, Bambang Triatmodjo menyebutkan, bangunan yang termaasuk dalam kelompok pertama adalah dinding pantai atau reverment yang dibangun pada garis pantai di daratan yang digunakan untuk melindungi pantai langsung dari serangan gelombang.
Sedangkan kelompok kedua, meliputi groin dan jetty. Groin adalah bangunan yang menjorok dari pantai ke arah laut yang digunakan untuk menangkap atau menahan gerak sedimen sepanjang pantai, sehingga transpor sedimen sepanjang pantai berkurang atau berhenti. Biasanya groin dibuat secara seri, yaitu  beberapa groin dibuat dengan jarak antara grointertentu di sepanjang pantai yang dilindungi. Adapun jetty adalah bangunan tegak lurus garis pantai yang di tempatkan di kedua sisi muara sungai. Bangunan ini digunakan untuk menahan sedimen atau pasir yang bergerak sepanjang pantai masuk dan megendap di muara sungai.
Kelompok ketiga adalah pemecah gelombang (breakwater) yang dibedakaan menjadi dua. Pemecah gelombang lepas pantai dan pemecah gelombang sambung pantai. Bangunan tipe pertama banyak digunakan sebagai pelindung pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum mencapai pantai. Perairan di belakang bangunan menjadi tenang sehingga terjadi endapan di daerah tersebut. Endapan ini dapat menghalangi transpor sedimen sepanjang pantai. Bangunan ini dapat di buat dalam satu rangkaian pemecah gelombang yang dipisahkan oleh celah dengan panjang tertentu.
Bagian tipe kedua biasanya digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang sehingga kapal-kapal dapat merapat ke dermaga untuk melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. (zul)

 

Sumber:

Indo Pos

5 April 2010

Halaman 11