KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Banjir_KLH2007.gifHujan deras yang terus menguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya sejak Kamis malam (1/01/2007) menyebabkan banjir yang melumpuhkan kota Jakarta 

Selain memutuskan transportasi juga berimbas pada terputusnya fasilitas public seperti aliran listrik, telepon, jaringan internet, dll., bahkan beberapa penerbangan nasional dan internasional mengalami pembatalan dan penundaan. 

Kantor Kementerian Negara Lingkungan HIdup tidak luput dari imbas banjir, sejak Jumat pagi karyawan tidak bisa masuk kantor karena akses jalan masuk tergenang sedalam lebih dari 1 meter, aliran listrik, telepon dan air bersih terhenti. Keadaan ini berlangsung hingga Senin malam. Selain itu, sebagian rumah karyawan terkena banjir, bahkan di salah satu kompleks perumahan karyawan KLH di kawasan Ciledug-Tangerang, kedalaman air mencapai 2 meter. Sampai berita ini ditulispun mereka masih tinggal di pengungsian, dan sangat tergantung dari bantuan.  

Karena kondisi ini, aktivitas KLH yang dipimpin oleh Pak Rachmat Witoelar dan Staf-nya terpaksa harus berkantor di Posko yang jauh dari lokasi banjir.  Hari Senin air telah surut dan di kantor sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan. Hari ini juga, aktivitas KLH didominasi dengan kegiatan lapangan memantau banjir dan berusaha untuk mengorganisir bantuan bagi korban. 

Meskipun air telah surut, namun berbagai pihak diharapkan tetap waspada terhadap banjir susulan, karena curah hujan yang menurut prakiraan BMG puncaknya terjadi dalam bulan Februari 2007. Selain itu juga patut diwaspadai kiriman air yang datang dari daerah hulu. 

Sumber:
Asisten Deputi Urusan Edukasi dan Komunikasi Lingkungan
Kementerian Negara Lingkungan Hidup