KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bantuan Refrigerant Identifier

Pada tanggal 12 Desember 2005, Jakarta, J.W Marriot, jam 15.30, telah diadakan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Pengawasan Impor Bahan Perusak Ozon antara Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Departemen Keuangan.

MOU ini dibuat sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Hotel Gran Melia pada tanggal 28 Oktober 2005 yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap impor Bahan Perusak Ozon (BPO), dan kewajiban Pemerintah Indonesia sebagai Negara pihak untuk memenuhi ketentuan dalam Konvensi Wina tentang Perlindungan Lapisan Ozon dan Protokol Montreal tentang Pengaturan BPO.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan impor illegal terhadap BPO dan menghentikan konsumsi BPO secara bertahap, serta meningkatkan kerjasama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dari KLH dan Ditjen bea dan Cukai dalam hal pengawasan impor BPO.

Ditjen Bea dan Cukai juga menerima bantuan peralatan refrigerant identifier dari Multilateral Fund yang diberikan KLH melalui World Bank untuk proyek penghapusan BPO refrigerasi (Mobile Air Conditioning), untuk mendukung pelaksanaan tugas petugas Bea dan Cukai dalam pengawasan impor BPO.

Informasi:
Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim
Deputi MENLH Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan
Tel: 021-8517164