KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Persidangan kasus perburuan ilegal Badak Sumatera dan Harimau
Sumatera yang digelar pengadilan negeri liwa pada tanggal 30 April 2003, dengan
menghadirkan 2 orang tersangka yaitu Iskandar dan Rudy Irawan. Dalam persidangan
yang dihadiri Asdep Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan
Hidup, Bp Sudarsono. SH, Bupati Lampung Barat, Unsur KSDA Tanjung Karang, Unsur
TNBBS, NGO Lingkungan, Pers, dan Masyarakat.

Dalam persidangan tersebut, selain mendengarkan pengakuan tersangka, juga hadir
beberapa orang saksi baik dari Polhut TNBBS maupun dari Rhino Protection Unit
seerta saksi ahli Bp Ir. Manipul dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Kehadiran Asdep Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Kantor Kementerian Lingkungan
Hidup, Bp Sudarsonoo. SH memberikan arti tersendiri buat kawan kawan NGO Pecinta
Lingkungan. Dalam Upaya memberikan dorongan moral penegakkan Supremasi Hukum
khususnya terkait kasus-kasus Perburuan ilegal. Dan Bp Sudarsono. SH, berjanji
akan terus berupaya memberikan dukungan bagi terlaksananya proses Persidangan
sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Di tengah-tengah maraknya perburuan maupun penebangan liar yang terus saja terjadi
diberbagai tempat di Indonesia, pengawalan proses penegakan hukum menjadi bagian
yang tidak boleh terabaikan, untuk menghindari upaya-upaya permainan hukum demi
kepentingan pribadi baik masyarakat umum maupun aparat penegak hukum, untuk
itulah Jaringan Nasional PANTAU akan terus berupaya melakukan pengawalan proses
penegakan hukum kasus-kasus pengeksploitasian Hidupan Liar Indonesia. Dari informasi
dilokasi persidangan, Jaringan Nasional PANTAU menemukan sebuah kejanggalan
terhadap tersangka yang dicurigai sebagai Penadah/Penampung Satwa buruan ilegal,
bernama YUKI warga Kota Agung Tanggamus, yang hanya dengan jaminan 1 Juta Rupiah
mendapatkan penangguhan penahanan dari Kejaksaan Negeri Krui. Dan hingga saat
ini kejelasan proses terhadap Yuki belum diketahui publik.

Dan hingga saat release ini dikeluarkan oleh Jaringan Nasional Pantau, Jajaran
Kepolisian Polsek Pesisir Selatan Lampung Barat, didukung satuan Polhut BBS
dan Rhino Protection Unit BBS telah berhasil menangkap salah satu DPO penadah
hasil buruan ilegal dari kota Palembang Hasan Budiman, dan akan terus mengejar
para tersangka yang masuk daftar DPO mafia ilegal Trade spesialis Badak Sumatera
dan Harimau Sumatera.

Untuk itulah perhatian publik terhadap berbagai kasus-kasus lingkungan harus
terus ditingkatkan agar dapat ikut menutup kemungkinan-kemungkinan adanya permainan
hukum didalam penyelesaian kasus-kasus lingkungan dan memberikan rasa malu dan
jera baik kepada terdakwa atau kepada pihak lain yang berencana melakukan perbuatan
yang sama.

Tidak terlepas perhatian Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah
Daerah, terkait itu pula Dirjen PHPA Departemen Kehutanan RI, bersama Director
Gibbon Foundation berencana pula untuk menghadari langsung persidangan lanjutan
yang akan digelar pada tanggal 23 Mei 2003 di Pengadilan Negeri Liwa Lampung
Barat. Jaringan Nasional PANTAU mengharapkan dukungan penuh dari kawan-kawan
Pers, baik media cetak maupun media elektroniksebagai satu upaya para pihak
mendukung Penegakan Hukum Lingkungan.

Bogor, 5 Mei 2003
Jaringan Nasional Pantau,

Almuhery Ali
Koordinator

Jaringan Nasional Pantau
(Jaringan Pengendalian eksploitasi Hidupan Liar Indonesia)