KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Liputan6.com, Pasuruan: Sri Cholifah, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil, Pasuruan termotivasi mengembangkan dan melestarikan batik sebagai busana peninggalan leluhur. Salah satunya adalah memanfaatkan bahan alami berupa daun mangga dan berbagai jenis kulit pohon untuk proses pewarnaan batik. Harapanya batik yang dihasilkan dengan bahan alami bisa lebih natural.

Proses pewarnaan dengan memanfaatkan daun-daunan dan kulit pohon sebenarnya adalah cara lama sebelum ditemukan zat pewarna kimia. Warna yang dihasilkan pun bermacam macam bergantung proses pengolahannya. Menurut Sri, belum lama ini, batik dengan pewarnaan alami ternyata diminati pencinta batik. Selain natural, pengunaan pewarna dari bahan alami diyakini berdampak baik bagi kesehatan kulit.

Selain menggunakan bahan alami, Siti mengembangan motif kreatif mulai motif bunga teratai, tetesan belerang, kawung, dan daun jati. Harga yang ditawarkan 100 ribu hingga jutaan rupiah.(IAN)

Sumber:
Website Liputan6.com