KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Ket. foto tengah: Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc. selaku Plh. Asdep. Standarisasi dan Teknologi Lingkungan dalam acara Bedah Teknis, mewakili Deputi VII KLH

Pada tanggal 28 Oktober 2010 Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan kegiatan bedah teknis klaim kinerja teknologi pemanfaatan fly ash. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi bagi berbagai pihak terutama penghasil dan pemanfaat fly ash. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah B3 jo Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 Tentang Perubahan  Atas Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999.

Tentang Pengelolaan Limbah B3, menyatakan bahwa fly ash termasuk dalam kategori sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Indonesia memiliki cadangan batubara yang besar. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Geologi, Kementerian ESDM tahun 2009, total sumberdaya batubara yang dimiliki Indonesia mencapai  104.940 Milyar ton dengan total cadangan sebesar 21.13 Milyar ton. (sumber: http://www.esdm.go.id).

Dengan banyaknya cadangan batubara tersebut, maka ini Pemerintah mendorong pemanfaatan sebagai salah satu sumber energi selain sumber energi yang berasal dari fosil. Saat ini banyak industri yang memanfaatkan batubara sebagai sumber energi, karena relatif murah. Namun sebagai dampak dari penggunaan batubara tersebut adalah meningkatnya kuantitas fly ash dalam jumlah yang besar pula. Berkaitan dengan hal itu, maka perlu adanya pengelolaan dan pemanfaatan fly ash agar tidak menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Bedah Teknis klaim kinerja teknologi pemanfaatan fly ash merupakan salah satu upaya untuk pengelolaan lingkungan melalui penerapan berbagai inovasi teknologi pemanfaatan fly ash. Pemanfaatan fly ash merupakan salah satu solusi dalam mereduksi limbah B3, sehingga limbah B3 mempunyai nilai tambah secara ekonomi.

Namum dalam pemanfaatannya harus tetap mengikuti Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 02 Tahun 2008 Tentang Pemanfaatan Limbah B3.

Bedah teknis ini menghadirkan PT. Jaya Readymix dan PT Holcim Beton sebagai penyedia teknologi pemanfaatan sebagai bahan tambahan untuk campuran pada pembuatan beton dan semen.

Acara bedah teknis ini menghadirkan 2 (dua) orang pembahas/narasumber, yaitu Dr. Ir. Dody Prayitno, M.Eng. Kepala Laboratorium Metrologi, Universitas Trisakti dan Ir. Gagan Firmansyah, M.Si. Kepala Sub. Bidang Pengangkutan Limbah B3, KLH.  Peserta yang hadir berjumlah ± 40 orang dari berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha dan konsultan.

Acara bedah teknis ditutup oleh Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc., selaku Plh. Asdep Standarisasi dan Teknologi Lingkungan. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa Bedah Teknis adalah forum untuk mengkaji aspek teknis terhadap klaim kinerja suatu teknologi yang dinyatakan ramah lingkungan. Seminar ini bukan merupakan ajang untuk promosi sebuah produk teknologi. Dan kepada penyedia teknologi yang telah melakukan pemaparan klaim kinerja teknologinya di KLH, tidak secara otomatis dinyatakan bahwa teknologinya ramah lingkungan.

Informasi Lebih Lanjut:

Asdep Stadarisasi dan Teknologi Lingkungan
Telepon: 021 8584638 / 85906167