KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

IMG-20141008-WA0001Bandung, 2 Oktober 2014 – Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Asosiasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Indonesia (APPLI) menyelenggarakan Bedah Teknis Teknologi Pengolahan Limbah Cair di Industri. Jozef Sandjaja, Ketua APPLI, dalam sambutannya menyatakan “Melalui bedah Teknis yang diselengarakan oleh KLH dan APPLI diharapkan dapat membantu pihak industri dalam memilih teknologi pengolahan limbah cair untuk memecahkan masalah lingkungan khususnya masalah ketersediaan air untuk proses industri”. “Output dari bedah teknis ini adalah memberikan informasi terverifikasi tentang teknologi pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan” tambah Ir. Noer Adi Wardojo, Asisten Deputi Standardisasi dan Teknologi Kementerian Lingkungan Hidup dalam sambutannya.

Bedah teknis berlangsung dalam dua sesi. Dalam setiap sesi, teknologi pengolahan limbah cair yang dipaparkan penyedia teknologi dibedah oleh panelis. Panelis merupakan akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan di pemerintah. Panelis terdiri Ir. Agus Jatnika Effendi dari ITB, Tedja Maladi dari APPLI, Dr. Ir. Rudi Nugroho, M.Eng dari BPPT, Ir. Yanto Sugiharto, MBA dari Ikatan Auditor Tenologi Indonesia (IATI), dan Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc dari KLH.

Pada sesi pertama, Anggi Nurbana, ST bersama Chosa Hitoshi, Direktur  PT Kubota Kasui Indonesia dan Agung Sri Hendarsa, M.Eng, presiden direktur PT Aozora Agung Perkasa memaparkan teknologi dari perusahaannya. Kedua perusahaan penyedia teknologi ini memaparkan tentang membran bioreaktor (MBR) yang dikembangkan oleh perusahaannya.

Secara garis besar membran bioreaktor merupakan kombinasi pengolahan limbah cair proses biologi dengan proses pemisahan membran mikrofiltrasi. Membran bioreaktor lebih tepat digunakan untuk mengolah limbah cair organik dan sebagai tahapan dari proses pengolahan limbah cair. Keuntungan dari teknologi membran bioreaktor ini adalah tidak dibutuhkannya lahan yang luas karena tidak memerlukan tangki pengendapan dan air hasil olahannya berpotensi untuk digunakan kembali sebagai air proses. Namun, teknologi ini masih memiliki investasi yang cukup tinggi.

Pada sesi kedua, dua penyedia teknologi lainnya memaparkan teknologi limbah cair yang dikembangkan. Rudi Indra Wardhana, direktur PT Hasakona Binacipta memaparkan mengenai teknologi segregasi limbah. Teknologi ini secara garis besar memisahkan limbah cair menurut karakteristiknya setelah itu limbah cair diolah dengan teknologi yang sesuai.

Pemapar kedua, yaitu Ir. Wahyu Widayat, M.Si, engineer PT Envirotekno Karya Mandiri memaparkan mengenai teknologi biofilter sistem aerob dan anaerob. Secara garis besar teknologi ini merupakan pengolahan limbah cair dengan proses biologi dengan menggunakan mikroba yang ditempatkan dalam media biofilter yang berbentuk menyerupai sarang tawon. Teknologi biofilter dapat digunakan untuk pengolahan limbah secara biologi baik untuk sistem anaerob dan aerob. Selain itu teknologi biofilter ini juga dapat digunakan untuk pengolahan limbah dengan konsentrasi limbah rendah maupun tinggi.

Setelah pemaparan dari empat penyedia teknologi, diharapkan industri sebagai pengguna teknologi dapat memilih dan menerapkan teknologi pengolahan limbah cair yang sesuai dengan karakteristik proses industri beserta limbah yang dihasilkan.

Informasi Lebih Lanjut:
Asisten Deputi Standardisasi dan Teknologi, Deputi VII
Gedung A Lantai 6, Kementerian Lingkungan Hidup
Telp./Fax. 021-8584638