KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tata Kota

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan membebaskan lahan seluas 10 hektare di daerah Bojong Menteng, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, untuk membangun situ yang akan berfungsi sebagai pengendali banjir.  Untuk pembebasan lahan milik warga itu, diperlukan dana 18 miliar rupiah dari APBD 2010.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappedda) Kota Bekasi Dadang Hidayat mengatakan pembangunan situ tersebut nantinya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum.
Keberadaan Situ Bojong Menteng, kata Dadang, diharapkan mampu mengurangi banjir yang kerap melanda kompleks perumahan yang berada di kiri dan kanan Kali Bekasi.

Nantinya, situ itu digunakan untuk menampung aliran air dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi sebelum dialirkan kembali ke Kali Bekasi. “Dengan daya tampung air yang cukup besar, nantinya debit air di Kali Bekasi yang akan melewati kawasan setelah situ tersebut bisa dikurangi setelah ditampung di Bojong Menteng,” ujarnya.
Kepala Bidang Tata Air Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi H Yurizal menambahkan Situ Bojong Menteng akan digunakan sebagai penampung air ketika musim hujan tiba. Selain Situ Bojong Menteng ada dua lokasi untuk pembangunan situ, yang juga akan dibuatkan polder melalui pengerukan hingga dicapai kedalaman tertentu.
“Ke depan, bila memungkinkan, diupayakan pembebasan situ lain yang dimiliki orang per orang. Proses pembebasan akan melibatkan kantor Badan Pertanahan,” ujar Yurizal. Ia menambahkan, di Kota Bekasi ada 19 buah situ. Daya serap air di situ-situ tersebut kini mengalami penurunan akibat kurang perawatan hingga terjadi pendangkalan serta tidak adanya pemasangan tebing di seputar kawasan situ.

Terminal Agribisnis
Sementara itu, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi Dadang Hidayat mengatakan Pemkot Bekasi juga akan membangun terminal agribisnis di kecamatan Jaka Sampurna dengan luas lahan 10 hektare. Rencana pembangunan terminal tersebut untuk mempermudah suplai industri pertanian dari Jawa Barat menuju DK1 Jakarta.
“Terminal itu berfungsi menampung seluruh hasil pertanian seperti sayur-mayur, buah, daging, dan ikan sebelum didistribusikan ke pasar. Pembangunan itu saat ini masih dalam proses realisasi,” kata dia. Usulan pembangunan terminal agribisnis itu, kata dia, telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Senin (5/4) guna pembahasan pematangan lahan. Sebelumnya, proposal usulan yang dibawa Pemkot Bekasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan dikembalikan dengan alasan pemerintah setempat (Bekasi) harus mempersiapkan lahan terlebih dulu. “Pemerintah pusat meminta lahan seluas 10 hektare yang berada di Kecamatan Jaka Sampurna dimatangkan dulu;” jelasnya. Ant/P-2

Sumber :
Koran Jakarta
Selasa, 06 April 2010
Halaman 6