Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

 

BEKASI, BK
Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup kota Bekasi Dudy Setiabudhi mengatakan, sebuah perusahaan yang ditunjuk menangani tempat pengolahan sampah terpadu (TPS) akan melakukan uji coba memproduksi pupuk cair dari air licit sampah. Uji coba itu, paparnya, akan dilakukan pertengahan 2010 untuk mengetahui apakah dalam air licit yang telah jadi pupuk itu masih terkandung bahan berbahaya beracun atau tidak.

“Proses menjadikan air licit jadi pupuk perlu waktu 15 hari dengan mencampurkan mikroba. Pupuk yang di hasilkan kualitasnya diharapkan sama dengan pupuk kompos dari sampah yang juga telah diproduksi perusahaan,” ujarnya diBekasi, Rabu (31/3)
Senada dengan itu, Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, menyatakan telah membangun lahan sampah baru seluas 2,3 hektar di kawasan TPA sampah Bantar Gebang untuk pengolahan sampah organik termasuk pupuk cair. Ia mengatakan, air licit yang dihasilkan diusahakan sampahnya tidak tercampur dengan zat besi atau kandungan bahan beracun berbahaya lainnya, sehingga bermanfaat untuk kesuburan tanaman. Dari air licit itu, diharapkan bisa dihasilkan terobosan baru berupa pupuk cair dengan kualitas bagus,” katanya.
Di itu, kata Walikota, telah dibuatkan konstruksinya. Bagian dasar lahan telah dipasangi geomembran, semacam terpal karet untuk menampung air licit supaya tidak terserap tanah.
Direktur Utama PT Godang Tua Jaya, Roni Sitorus, perusahaan yang ditunjuk mengelola TPA Bantar Gebang menyatakan, siap memproduksi pupuk cair sebagai pngeanekaragaman pemanfaatan sampah setelah sebelumnya diolah jadi pupuk kompos dan tenaga listrik.”Kita akan manfaatkan sampah seoptimal mungkin. Sampah sebelumnya dianggap barang tak bernilai akan memiliki nilai ekonomi dengan pemanfaatan teknologi,”katanya.
Ia menyatakan, untuk pupuk organik dari sampah, kini telah diproduksi dengan kapasitas 50 ton perhari dan akan ditingkatkan menjadi 150-200 ton per hari setelah ada BUMN yang menampungnya. Sedangkan untuk listrik dari sampah akan segera diresmikan dengan kapasitas awal 2 megawatt (MW).Ic

Sumber:

Berita Kota

01 April 2010

Halaman 3