KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Banda Aceh (ANTARA News) – Belasan gajah liar merusak lima rumah dan sekitar empat hektare sawah siap panen milik warga Kemukiman Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Aceh.

Keusyik Gampong (Kepala Desa) Bangkeh, Kemukiman Bangkeh, Syarifuddin Aji, yang dihubungi melalui telepon, Selasa, mengatakan, perusakan rumah dan sawah itu terjadi dalam tiga hari belakangan.

“Kami sudah sangat resah, khususnya karena sawah milik warga kami yang menjelang panen dirusak. Begitu juga rumah warga. Jadi kami sekarang tidak bisa hidup tenang,” katanya.

Lima rumah yang dirusak gajah itu terdapat di Desa Bangkeh, Kemukiman Bangkeh.

Menurut dia, rumah itu diamuk gajah pada Minggu (26/9) tengah malam, ketika warga sedang menghadiri hajatan pernikahan di sebuah rumah di desa itu.

“Barang seperti beras, dedak, gula dan lain-lain semua dimakan gajah,” ujar Syarifuddin.

Akibatnya keluarga korban yang rumahnya dirusak itu mengungsi ke rumah sanak famili di desa lain pada tengah malam itu juga.

Sementara itu, kawasan gajah itu mengobrak-abrik sawah yang siap panen di Desa Keune dan Pulo Loi, Kemukiman Bangkeh.

Menurut Syarifuddin, upaya pengusiran yang dilakukan warga dengan membakar meriam bambu dan karbit tidak lagi membuat binatang itu takut.

Kata dia, petani yang sawahnya rusak sekarang bingung dan kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

“Sekarang mereka memanfaatkan tanaman padi yang masih tersisa. Sebagian lagi kerja apa adanya di kampung cari nafkah,” ujar Syarifuddin.

Dia menyebutkan, musibah yang menimpa warga itu belum mandapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat.
(ANT187/s018)

Sumber:
Antaranews.com
Selasa, 28 September 2010 14:19 WIB