KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

“Pelajar Solo Raya Siap Menyelamatkan DAS Bengawan Solo”
“Training ini adalah ilmu baru bagi saya, terutama bagi anak-anak untuk bisa terlibat dalam upaya pemantauan kualitas air DAS Bengawan Solo,” ungkap Hartaya SPd. MM., Lebih lanjut Pengajat IPA di SMPN 1 Sukoharjo Menyatakan bahwa kegiatan biotilik akan diimplementasikan di sekolah.

Pelajar dan Guru Solo Raya menyiapkan diri untuk melakukan upaya pemulihan DAS Bengawan Solo. Selama ini Bengawan Solo menjadi sungai yang strategis bagi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun kondisi kualitas DAS Bengawan Solo dalam sepuluh tahun ini sangat mengkhawatirkan. DAS di Indonesia saat ini dalam kondisi kritis bahkan diatas 80% kondisi sungainya dalam kondisi tercemar berat. Untuk itu Badan Lingkungan Hidup se Solo Raya bersama dengan beberapa LSM lingkungan dan Sekolah di Wilayah Solo Raya yang dilalui DAS Bengawan Solo mempromosikan Gerakan Penyelamatan Sungai Bengawan Solo. Kegiatan penyelamatan ini dimulai dengan Mengadakan Pelatihan Diagnosis Sungai Untuk siswa SMP/SMA DAS Bengawan Solo yang di dukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Pelatihan yang melibatkan 7 sekolah yang difasilitasi oleh Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat ini diadakan selama 3 hari 27-29 April 2013 di Wisma Haji Armina Donohudan Boyolali memberikan pembekalan metode pemantauan menggunakan bioindikator biologis berupa BIOTILIK atau biota tidak bertulang belakang indikator kualitas air.

Pada hari Minggu 28 April 2013, peserta melakukan kegiatan diagnosis DAS Bengawan Solo dan anak-anak sungainya, dan hasilnya menunjukkan bahwa secara umum DAS Bengawan Solo yang membelah kota Solo saat ini dalam kondisi sakit, sedangkan anak sungainya dalam kondisi sakit ringan. Kegiatan diagnosis DAS Bengawan Solo Diikuti oleh 50 Orang dari SMPN 1 Sukoharjo, SMK Wikarya Karang Anyar, SMKN 1 Mojosongo Boyolali, SMAN 2 Klaten, SMA Regina Pacis Surakarta, SMP Islam Terpadu Nur Hidayah Surakarta dan SMKN 2 Wonogiri.

Diagnosis DAS Bengawan Solo dilakukan di Desa Nggringu Kecamatan Jaten Karanganyar dilakukan dengan melakukan inventarisasi biota didasar sungai. “ Diagnosis kesehatan dengan biotilik dilakukan dengan melakukan menjaring biota didasar sungai menggunakan jaring ukuran 500 um, jaring dikerukkan bibir sungai sejauh 5 meter atau selama 5 menit”ujar Mahendra yusuf peserta pelatihan lebih lanjut siswa SMKN 1 Mojosongo, menyatakan bahwa dilokasi desa Ngringu banyak ditemukan cacing sutera, udang airtawar,yuyu, sumpil dan larva mrutu (micronecta) kondisi ini menunjukkan bahwa Bengawan Solo tercemar bahan organik tinggi dan terjadi sedimentasi.

Pada lokasi kedua pada anak sungai Bengawan Solo di Kali Ngguyangan Pengging Boyolali kondisi airnya relatif jernih karena di Daerah Pengging ini dikenal dengan banyaknya sumbermata air namun sayangnya dari pengamatan lapangan kondisi sungai sudah terkontaminasi sampah.” Sebenarnya sungai di Ngguyangan ini masih jernih tapi sayang banyak aktivitas warga seperti mencuci, buang air besar dan memandikan kerbau dilakukan di dalam sungai sehingga membuat air yang jernih menjadi kotor,” Ujar Monica Naradini Mustikasiwi dari SMA Regina Pacis Surakarta. Lebih lanjut Monica berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai karena sungai digunakan untuk masyarakat di hilir sebagai bahan baku air minum. Di Kali Ngguyangan yang merupakan anak sungai Bengawan Solo terdiagnosis mengalami pencemaran ringan atau sakit ringan.”Kondisi anak sungai Bengawan Solo dalam kondisi sakit ringan karena tidak ditemukan jenis-jenis serangga air yang sensitif terhadap polusi seperti Ephemeroptera, Plocptera dan Trichoptera,” Ujar Sofia Nurkhasanah dari SMAN 2 Klaten, Lebih lanjut ia menyatakan bahwa di Kali Ngguyangan ini didominasi jenis Biotilik seperti sumpil, udang air tawar, yuyu dan baetidae.

“Secara umum kondisi DAS Bengawan Solo dalam kondisi Sakit, dari sakit ringan hingga sakit berat” ujar Daru Setyo Rini MSi dari Institut Pemulihan dan Perlindungan Sungai, LSM lingkungan yang mempromosikan Metode BIOTILIK untuk diagnosis kesehatan sungai yang mudah, murah, dan dapat dilakukan secara massal. Lebih lanjut Daru Setyo Rini menyatakan diperlukan upaya Pemerintah Lokal yang dilalui DAS Bengawan Solo untuk membuat kebijakan yang melindungi sungai dengan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran dan gerakan penyelamatan sungai dengan melibatkan masyarakat, dunia pendidikan, sektor swasta dan LSM.”Sekolah, terutama pelajar adalah garda depan dalam kegiatan penyelamatan sungai, jadi mereka harus dibekali ketrampilan dan akses untuk ikut melakukan pemantauan kesehatan sungai dan merumuskan upaya penyelamatan,”Ujar Daru Setyorini. Rencananya kegiatan ini akan dipromosikan kepada sekolah-sekolah di Solo Raya terutama yang dilalui oleh Bengawan Solo. “Metode biotilik ini mudah dilakukan, dengan waktu yang singkat kita bisa mengetahui kondisi kesehatan sungai dan anak-anak didik kami langsung paham,” Ungkap Sri Hesti Handayani Sp Guru SMKN 1 Mojosongo Boyolali.

Pada hari ketiga kegiatan dilakukan penyusunan rencana tindak lanjut dari pelatihan, beberapa kegiatan tindaklanjut antara lain: Siswa beserta stakholders akan melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk menyampaikan kondisi kesehatan sungai bengawan solo, melakukan pemantauan terhadap sungai-sungai sub das yang ada di sekitar sekolah masing-masing kemudian dilanjutkan dengan upaya meningkatkan kualitasnya dengan melakukan konservasi maupun pengelolaan sampah yang ada disungai tsb, penghijauan sekolah maupun lingkungan sekitar, selain itu perlunya melakukan pengelolaan sampah baik dengan sistem komposting maupun bank sampah karena persolanan besar disekitar sekolah maupun lingkungan sekolah adalah masalah Sampah.

Kegiatan pelatihan Biotilik merupakan pra kondisi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013 DAS Bengawan Solo dan rencananya akan menjadi gerakan massal bagi Para pihak di Solo Raya guna penyelamatan DAS Solo yang akan melibatkan sekitar 10.000 orang pelajar, mahasiswa, LSM, dunia usaha dan BLH Se-Solo Raya dengan ragam kegiatan seperti pemantauan kualitas DAS Solo secara masal melalui pendekatan biotilik, melakukan aksi DAS Solo Bebas Sampah,Penghijauan, pentas seni,dan pameran eco-creative yang semuanya akan dilakukan dibantaran DAS Solo pada tanggal 8 Juni 2013 yang  bersamaan di 5 DAS. (DAS Ciliwung, DAS Brantas, DAS Citarum, DAS Musi dan DAS Solo sendiri).

Informasi.
Drs. Widodo Sambodo, MS
Asdep Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan
Telepon. 021-85904919