KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BANJIR BANDANG DI ACEH TENGGARA AKIBAT KETELEDORAN
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, menyatakan banjir bandang yang terjadi di Aceh Tenggara yang menelan 28 korban jiwa, terjadi akibat keteledoran manusia menjaga lingkungannya. “Dari dulu kita tidak teliti menjaga kelestarian hutan lindung sehingga musibah banjir tersebut adalah akibat dari keteledoran kita”………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 21

ANGGARAN LINGKUNGAN TERENDAH DI ASIA TENGGARA
Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Anggaran pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia, yang hanya mencapai 0,1% dari APBN, terendah di Asia Tenggara. Bahkan, lebih kecil jika dibandingkan dengan Vietnam yang mencapai 6%. Rachmat mengungkapkan, nilai anggaran sebesar itu masih sangat jauh dari kisaran ideal. Pasalnya, sebagai negara berkembang, berbagai masalah lingkungan muncul seiring dengan laju pembangunan.Kendati terus berupaya meningkatkan anggaran untuk kementeriannya, Rachmat mengaku tak dapat memastikan apakah tahun depan ia akan mendapat tambahan dana……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 24

HUTAN TROPIS HARUS DIJAGA
Rencana pemerintah untuk membuka lahan seluas sekitar 1,8 juta hektare bagi perkebunan kelapa sawit di perbatasan Kalimantan-Malaysia banyak ditolak sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, pada prinsipnya tropical forest (hutan tropis) itu memang harus dijaga kelestariannya………BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 20

HARUMNYA SAMPAH DARI KAMPUNG SUKUNAN
Sampah bagi sebagian orang identik dengan sesuatu yang terbuang dan tidak berguna sama sekali. Begitu pula yang ada di benak masyarakat Kampung Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sampah yang saban hari mengalir lewat di kampung mereka kerap membuat pusing. Bukan saja yang dari luar, sampah yang berasal dari warga Kampung Sukunan pun menjadi masalah tersendiri. Sebab, kampung dengan 210 kepala keluarga (KK) itu tidak punya lahan pembuangan akhir sampah. Mau tidak mau sampah rumah tangga warga Sukunan akhirnya dibakar yang berakibat polusi asap………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA , SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 21

WALHI TEMUKAN 12 SAWMILL ILLEGAL DI ACEH
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nanggroe Aceh Darussalam menemukan 12 perusahaan pengolahan kayu atau sawmill ilegal yang beroperasi di sekitar lokasi banjir bandang di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Keberadaan perusahaan pengolahan kayu ini dituding menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang menelan korban jiwa tersebut. Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Banda Aceh Dewa Gumai semua sawmill itu berada di Sungai Luk-luk, Desa Lawe Malum, Desa Mbarung (dua perusahaan), Peranginan, Natam, Jongar, Kinga, Pulo Piku, Gulo, Lumban Tua, Jamur Damar, dan Pulo Sepang.Hasil investigasi Walhi Aceh pascasurutnya air ditemukan kayu gelondongan berukuran besar dalam jumlah banyak. Diduga kayu tersebut berasal dari Kawasan Hutan Bur Tanah, salah satu sumber lokasi bencana banjir……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 25

PULUHAN ORANG UTAN SULIT DAPATKAN HABITAT ALAMI
Sedikitnya 40 ekor orangutan (Pongo pygmaeus) di Pulau Kaja, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, siap dilepas ke habitat aslinya. Namun, hingga sekarang primata dilindungi tadi masih tertahan di pulau pembelajaran orangutan tersebut, karena belum ada kawasan hutan alami yang dapat dijadikan tempat relokasi. Menurut Manajer Proyek Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Lone Droscher Nielsen sudah dua tahun lebih orangutan itu ada di Pulau Kaja. Kalau terlalu lama tertahan, dikhawatirkan mereka menjadi manja sehingga tingkat harapan hidupnya ketika dilepas nanti makin rendah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. 25

WARGA ANCAM BENDUNG SUNGAI PESANGGRAHAN
Warga Rukun Warga 06, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengancam akan menutup sungai di wilayah mereka yang tercemar limbah laundry (jasa pencucian) dari Kelurahan Sukabumi Selatan. Kami tutup agar limbah kembali ke sumbernya………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. C10

19 DESA DI ACEH TENGGARA TERANCAM BANJIR
Dari hasil pemantauan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ditemukan 19 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara rawan terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor “Kerawanan itu akibat kerusakan hutan di hulu sungai yang melewati desa-desa tersebut”………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SELASA 25 OKTOBER 2005, HAL. A10

Sumber:
KBUA Perpustakaan Emil Salim Kementerian Lingkungan Hidup