KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

RIBUAN HEKTAR TAMBAK TERCEMAR
Ribuan hektar tambak udang dan bandeng di daerah Indramayu, Jawa Barat, tercemar limbah minyak mentah. Akibatnya, petani tambak Indramayu dirugikan triliunan rupiah.Selain banyak udang dan bandeng yang mati, usia bandeng dan udang yang mampu bertahan ukuran dan kualitasnya menurun. Menurut penuturan beberapa petani tambak dan nelayan, Senin (3/10), pencemaran itu mulai mereka rasakan sejak 1997.Pada tahun itu di perairan pesisir pantai mulai terlihat lapisan kental dan hitam di atas permukaan air laut. Ketika airnya disalurkan ke tambak udang dan bandeng, ternyata banyak udang yang mati dan pertumbuhan bandeng menjadi kerdil. Setelah diteliti, ternyata lapisan hitam tersebut adalah minyak mentah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 OKTOBER 2005, HAL. 24

RIBUAN RUMAH DI SAMARINDA TERENDAM
Hujan yang mengguyur selama tiga jam membuat sedikitnya 1.000 rumah di Samarinda terendam air, Senin (3/10). Jalan-jalan berubah menjadi mirip sungai hingga menimbulkan kemacetan hampir di semua ruas jalan di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini.Setidaknya empat kelurahan terendam air cukup tinggi. Daerah yang cukup parah terendam air yakni kawasan Kelurahan Gunung Kelua, Kelurahan Air Hitam, Sungai Pinang Luar, dan Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Sejumlah permukiman, ketinggian genangan air mencapai sekitar satu meter………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 OKTOBER 2005, HAL. 24

PERUSAKAN PULAU SANGIANG : SIDANG DIHENTIKAN TERDAKWA GAGAL DIVONIS
Majelis hakim kasus perusakan lingkungan Pulau Sangiang, Senin (3/10), memutuskan untuk menghentikan persidangan. Akibatnya, terdakwa Direktur Utama PT Pondok Kalimaya Putih Dewanto Kurniawan gagal divonis.Keputusan penghentian persidangan itu diambil dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Serang, kemarin. Alasannya, untuk ketiga kalinya JPU yang diketuai Asnawi menolak membacakan tuntutan……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 4 OKTOBER 2005, HAL. 26

SETIAP TAHUN 500 ANAK MATI AKIBAT KUALITAS UDARA BURUK

Hasil pemantauan Clean Air Initiative for Asian Cities (CAI-ASIA) menunjukkan setiap tahun sekitar 500 anak mati akibat buruknya kualitas udara dan sebagian besar kasus tersebut terjadi di Indonesia.Menurut Kepala Sekretariat CAI-ASIA Cornie Huizenga polusi udara merupakan masalah bersama yang harus dipikirkan pemecahannya oleh seluruh masyarakat dan pemimpin negara. “Polusi udara merupakan masalah pembangunan dan pembangunan yang baik tidak hanya mengenai masalah pendidikan, tetapi kesehatan masyarakat juga merupakan elemen penting untuk diperhatikan…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SENIN 3 OKTOBER 2005, HAL. 15

Sumber :
KBUA Perpustakaan Emil Salim
Kementerian Negara Lingkungan Hidup