KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KADAR TIMBEL DALAM DARAH ANAK MENGKHAWATIRKAN
Kadar timbel dalam darah anak-anak di lima kota yang disurvei oleh Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) masih mengkhawatirkan. Hasil pengambilan sampel pendahuluan di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, dan Makassar, rata-rata masih di atas 10 µg/dl (mikrogram/desiliter) dalam darah. Dari sampel darah 14 anak yang diambil di Makassar, rata-rata di atas 20 µg/dl, bahkan satu di antaranya mencapai 60 µg/dl. Menurut Koordinator KPBB Ahmad Safrudin angka itu tentu sangat mengkhawatirkan, sebab timbel adalah unsur yang sangat berbahaya bagi manusia. Timbel bersifat akumulatif dan tidak dibutuhkan bagi tubuh……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 10 SEPTEMBER 2005, HAL. 13

MARAK TAMBANG BATU BARA ILEGAL : LINGKUNGAN RUSAK DITELANTARKAN
Tambang batu bara ilegal semakin banyak bermunculan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Diperkirakan, produksi batu bara dari tambang ilegal ini mencapai jutaan ton setiap tahun. Dengan harga batu bara saat ini sekitar 30-45 dollar AS per ton, kerugian negara akibat kegiatan itu mencapai ratusan miliar rupiah.Selain secara ekonomis sangat merugikan negara, penambangan batu bara ilegal juga banyak menimbulkan kerusakan lingkungan karena areal bekas tambang yang berupa danau-danau besar dibiarkan telantar. Bahkan, pertambangan batu bara ilegal juga kini sudah masuk ke kawasan konservasi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 10 OKTOBER 2005, HAL. 24

TAMBANG CAPLOK 15.000 HEKTARE HUTAN : LAHAN IOTU DIAKUI SEBAGAI HUTAN LINDUNG
Sekitar 15.000 hektar kawasan hutan lindung di Sulawesi Selatan dan sebagian di Sulawesi Barat akan berubah menjadi areal penambangan emas. Hal itu dikarenakan tiga perusahaan penambangan besar sejak setahun lalu telah mengantongi surat izin peninjauan pendahuluan (SIPP).Indikasi perubahan kawasan hutan lindung tersebut semakin jelas karena hingga saat ini tidak ada sinyal mundur dari ketiga perusahaan itu. Kawasan hutan lindung yang terancam dicaplok tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota, yaitu Palopo, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu, dan Mamasa. Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan Sampara Salman hingga saat ini ketiga perusahaan penambangan tersebut baru sebatas mengantongi SIPP…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 8 OKTOBER 2005, HAL. 24

RATUSAN HEKTARE HUTAN DI MAROS TERBAKAR
Ratusan hektar hutan di Desa Labuaja dan Desa Laiya, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terbakar sejak Rabu (5/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Api bahkan belum berhasil dipadamkan dan terus menyebar ke berbagai penjuru. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan I Darsono Lokasi kebakaran merupakan hutan penelitian milik Universitas Hasanuddin, Makassar. Kawasan hutan tersebut hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan hutan konservasi yang berada di Kabupaten Maros……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 8 OKTOBER 2005, HAL. 24

ENERGI YANG BERKELANJUTAN
Ketika seluruh dunia sudah berpaling ke energi alternatif yang tak akan habis karena bisa diperbarui, Indonesia masih pontang-panting menghadapi langka dan mahalnya harga bahan bakar fosil.World Watch Institute sudah lama mengingatkan, pertumbuhan ekonomi akan berkelanjutan bila didukung dengan sumber energi terbarukan seperti matahari, air, dan angin. Bukan lagi oleh energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi.Kesadaran dunia akan energi berkelanjutan ini terlihat dari kecenderungan akhir abad ke-20 ketika penggunaan minyak dan batu bara sebagai sumber energi hanya meningkat satu persen sejak 1990, sebaliknya penggunaan sel surya naik 16 persen tiap tahun dan tenaga angin rata-rata naik 26 persen…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 8 OKTOBER 2005, HAL. 46

MEREKA MENIKMATI UDARA BERSIH
Indonesia sebagai negara tropis tidak hanya kaya dengan keragaman hayati. Negara kepulauan bersabuk katulistiwa ini kaya dengan sumber energi, mulai dari energi fosil yang tidak terbarukan hingga potensi energi terbarukan yang tak putus-putus.Awal September 2005 WWF-Indonesia mengajak sejumlah wartawan mengunjungi beberapa lokasi energi terbarukan di Jawa Barat. Mereka menyaksikan mesin pengering bertenaga surya di Cimahi, energi biogas di Parompong, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Cihanjuang, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Kamojang……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 8 OKTOBER 2005, HAL. 46

ENERGI BATUBARA AMAN
Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja meminta kepala daerah agar tidak menghalangi pengusaha untuk menggunakan batubara. Permintaan ini diungkapkannya karena masih ada pemerintah daerah yang tidak mengizinkan industri di wilayahnya menggunakan energi dari batubara, seperti industri tekstil di Cimahi, Jawa Barat karena akan menimbulkan limbah berbahaya…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 10 OKTOBER 2005, HAL. A18

PEMDA DIMINTA DUKUNG PENGGUNAAN BRIKET
Menperin Andung A. Nitimihardja meminta pemerintah daerah tidak menghalangi kalangan industri menggunakan briket batubara. Sebab sisa energi jenis batubara tidak termasuk limbah B3 (bahan beracun berbahaya). Kami minta larangan izin penggunaan batubara dari pemda dicabut. Andung menegaskan penggunaan batubara tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah pengumpulan abu dan proses pengangkatan….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 10 OKTOBER 2005, HAL. 16

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup