KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERUBAHAN IKLIM FOKUS GREENPEACE ASIA TENGGARA
Masalah perubahan iklim akan menjadi isu utama dalam kampanye Greenpeace Asia Tenggara. Perubahan iklim yang dipicu oleh pemanasan global juga terkait dengan penipisan hutan di kawasan Asia Tenggara. Menurut Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Emmy Hafild pemanasan global bukan hanya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil, melainkan juga akibat deforestasi yang semakin parah……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. 13

SELAMATKAN HUTAN SAHENDARUMAN
Kawasan Hutan Lindung Sahendaruman, Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, dalam kondisi kritis akibat perambahan oleh masyarakat sekitar. “Saat ini luas kawasan ini tinggal sekitar 600 hektare yang masih bisa disebut hutan,” kata Nico, staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara……BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. A10

JANTUNG BORNEO SELUAS 22 JUTA HEKTARE TERUS TERANCAM
Kawasan hutan hujan seluas 22 juta hektar di Pulau Kalimantan yang kemudian dikenal sebagai Heart of Borneo atau Jantung Borneo, terutama yang berada di wilayah Indonesia, kini kondisinya semakin terancam oleh kegiatan pembalakan liar dan penyelundupan kayu. Guna memberi perlindungan bagi kelestarian mega-biodiversity di kawasan itu diperlukan komitmen dari tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Sulaiman Gafur program Heart of Borneo merupakan alternatif di perbatasan yang merupakan perpaduan antara konservasi dan pembangunan berkelanjutan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. 24

118 RUMAH DI PANTAI TIKU TERANCAM ROBOH
Abrasi di kawasan Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memprihatinkan. Setelah merobohkan 43 unit rumah beberapa waktu lalu, abrasi kini mengancam 118 unit rumah lainnya. Ratusan warga yang bermukim di rumah-rumah yang setiap hari dilanda abrasi itu diliputi kebingungan dan kecemasan. Menurut Wakil Bupati Agam Ardinal Hasan abrasi di kawasan Masang dan Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, itu berlangsung berulang kali sejak tahun 2001 dan kawasan tersebut diakui sangat rawan abrasi pantai……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. 24

BUKIT ASAM BANDING SOAL IZIN TAMBANG
PT Bukit Asam Tbk mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang yang menolak gugatan Bukit Asam terhadap Bupati Lahat, yang mengeluarkan empat izin kuasa pertambangan kepada perusahaan swasta. Kuasa hukum Bukit Asam, Todung Mulya Lubis menilai izin itu dapat merugikan BUMN ini Rp 2000 miliar…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. A18

KINERJA DEPARTEMEN KEHUTANAN DI BAWAH KUNGKUNGAN PEMBALAK
Dalam satu negara yang memiliki kawasan hutan tropis dengan luas mencapai 120,4 juta hektare, peran Departemen Kehutanan sebagai penjaga kelestarian hutan Indonesia menjadi sangat penting.Pelestarian hutan bagi Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem, tapi lebih dari itu, semua ada fungsi ekonomisnya. Dengan jumlah yang relatif masih melimpah dan nilai kompetitifnya, tidak mengherankan kalau departemen ini terus-menerus menghadapi banyak persoalan dan tantangan terkait dengan sektor kehutanan ini….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. 4

SEKTOR KEHUTANAN DI SIMPANG JALAN
Sektor kehutanan sebagai sektor andalan perekonomian Indonesia selama tiga dekade terakhir, pada bulan ini akan genap setahun dinakhodai MS Kaban. Banyak harapan ditumpukan kepada Menteri Kehutanan yang baru untuk memperbaiki dan mentransformasikan sektor kehutanan yang carut-marut, terutama untuk menghentikan laju kerusakan hutan yang mencapai 3,8 juta hektare per tahun……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. 4

PEGAWAI BULOG TERLIBAT PEMBALAKAN LIAR
Pegawai Bulog Jember, Adhori Mudakir, 53 tahun ditangkap aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Senin (10/10) malam, karena diduga kuat terlibat kasus pembalakan liar. Polisi menangkapnya saat sedang mengangkut sedikitnya 24 batang kayu jati illegal dengan memakai mobil milik kantor Bulog Jember. Saat ditangkap, Adhori tak bisa mengelak, karena tidak memiliki dokumen resmi kayu-kayu yang diabwanya. ‘Saya hanya pembeli. Itu saya beli dari seseorang untuk bikin kusen rumah,” tuturnya…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, RABU 12 OKTOBER 2005, HAL. A12

PENGAWASAN LIMBAH BERACUN KURANG OPTIMAL
Pengawasan terhadap sejumlah industri yang menghasilkan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di sejumlah wilayah Indonesia dinilai masih kurang optimal. Hal ini menyebabkan ancaman terhadap lingkungan yang tercemar semakin besar. Selain itu ditemukan sejumlah kasus buangan limbah industri yang tidak diketahui penanggung jawabnya, sehingga membuat langkah penegakan hukum menjadi tersendat. Beberapa kasus seperti penemuan limbah minyak mentah di Pulau Biawak, Indramayu, Jawa Barat, tahun 2002 lalu dan ratusan cover sluge bekas pencucian kapal tangki minyak di Kampung Becek, Pulau Batam, Kepulauan Riau, Desember 2004 lalu, atau pencemaran minyak di Perairan kepulauan Seribu, membuktikan bahwa pengawasan terhadap industri yang menghasilkan limbah B3 masih kurang……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SELASA 11 OKTOBER 2005, HAL. 15

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup