Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

DEGRADASI TINGGI HUTAN RIAU AKAN GUNDUL
Akibat pemanfaatan hutan secara ilegal, termasuk penebangan liar yang terus terjadi di Provinsi Riau, laju kerusakan hutan alam Riau mencapai 160.000 hektar per tahun. Kini, luas hutan alam di Riau sekitar 1 juta hektar lebih. Namun, diperkirakan tahun 2015 nanti hanya tinggal enam persennya saja alias gundul. Kondisi memprihatinkan pada hutan Riau ini terungkap dalam dengar pendapat antara Komisi B DPRD Riau dengan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), World Wide Fund (WWF) Program Riau, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau…………BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL. 24

BANYAK TAMBANG ILEGAL BERKEDOK KOPERASI
Banyak tambang batu bara ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hingga saat ini belum tersentuh hukum. Mereka masih leluasa beroperasi dan mengeruk ribuan ton batu bara dengan menggunakan puluhan alat-alat berat dan menjualnya ke sejumlah tempat di Pulau Jawa.Penambangan ilegal tersebut berdasarkan pemantauan Kompas, Rabu (12/10) misalnya ada di Ambarawang, Kecamatan Samboja, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kotabangun, Muara Jawa, Sanga-sanga, dan Kecamatan Sebulu. Tambang-tambang ilegal tersebut mengatasnamakan kope- rasi atau tambang rakyat dan memanfaatkan masyarakat untuk melindungi aktivitas mereka……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL. 24

PEKERJAAN UMUM : SUNGAI DI DKI PENUH SAMPAH
Meski Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI mendapat alokasi anggaran terbesar yaitu Rp1,6 triliun pada 2005, tetapi sungai di Ibu Kota ini masih penuh dengan sampah, dangkal, dan menyempit. Padahal, anggaran tersebut sebagian besar peruntukannya guna mengantisipasi banjir seperti pekerjaan pengerukan, menormalisasi, dan membersihkan sampah di sungai.Menurut pengamatan Media, banyak sungai di DKI Jakarta saat ini dalam kondisi dangkal, airnya hitam, dan permukaan sungai penuh sampah. Pemandangan ini dapat dilihat di Kali Angke Jl Tubagus Angke, Kali Sekretaris dan Kali Mookevard di Jl Daan Mogot, Banjir Kanal Barat (Tomang), Kali Sekretaris Grogol, dan Cengkareng Drain yang semuanya di wilayah Jakarta Barat…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL. 8

PENELITI LIPI TEMUKAN SPESIES BARU DI KALIMANTAN
Ekspedisi tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia selama tiga tahun di Pegunungan Muller, Kalimantan, menemukan lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan baru di kawasan tersebut.Tim juga menemukan sejumlah flora dan fauna dari jenis baru, seperti Thismia mullerensis di Kalimantan. Demikian siaran pers Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikutip Antara, kemarin. Dalam siaran pers itu disebutkan, tim menginventarisasi sedikitnya seribu lebih jenis flora dan fauna di Kalimantan, yang selama ini dikenal dengan keanekaragaman hayati tinggi……….BACA SELENGKAPNYA,MEDIA INDONESIA, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL.24

HUTAN TESO TAK LAYAK UNTUK KONSERVASI
Hutan Lindung Teso Nilo di Riau seluas 38.565 hektare dinilai tak layak menjadi pusat konservasi gajah. Selain minimnya luas kawasan, belum adanya batasan hutan secara definitif serta maraknya pembalakan liar menjadi alasan utama ketidaklayakan itu. Jika dipaksakan, “Teso Nilo tidak bakal kuat menahan konflik gajah dan manusia,” ujar Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Riau Willyastra Danny kemarin di Pekanbaru, Riau…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL. A10

MEMASANG PERINGATAN DINI TSUNAMI
Hampir sepuluh bulan setelah petaka besar gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, sistem peringatan dini tsunami yang disebut-sebut dapat meminalkan jumlah korban itu mulai kelihatan bentuknya, Senin (10/10), di atas kapal riset Jerman, Sonne yang sandar di dermaga 210, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 13 OKTOBER 2005, HAL. C6+C7