KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH UMUMKAN KOTA TERKOTOR
Deputi IV Bidang Pencemaran Lingkunagn Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Muh Gempur Adnan mengatakan pada 2006 nanti, kota terkotor di Indonesia akan diumumkan kepada publik. “Pengumuman kota terkotor itu dilakukan bersamaan dengan pengumuman kota di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan Adipura (kota terbersih) pada peringatan Hari Lingkunagn Hidup,” katanya seperti dikutupi Antara di Kendari< Senin (14/11).......BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SELASA, 15 NOVEMBER 2005, HAL 20

SWASTA TIDAK DIIZINKAN PUNGUT RETRIBUSI SAMPAH
Pihak swasta tidak bisa memungut retribusi sampah sembarangan. Bila pihak swasta ingin mengelola dan mendapat retribusi sampah harus terlebih dahulu mendapat dari pemerintah daerah setempat. Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Penataan Lingkungan, Hoetomo mengatakan hal itu pada diskusi publik tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Sampah di Jakarta, kemarin. Pernyataan itu juga menanggapi adanya pihak swasta yang mengelola sampah di beberapa daerah tanpa sepengetahuan pemerintah daerah (pemda) selama ini. Menurut Hoetomo selain mengatur retribusi sampah, RUU Pengelolaan Sampah juga mengatur tentang sumber pembiayaan pengelolaan sampah……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 24

WARGA ANCAM TUTUP TPA BANTAR GEBANG
Untuk kesekian kalinya, warga di sekitar tempat pemusnahan akhir sampah Bantar Gebang, Bekasi, mengancam akan menutup lokasi pembuangan sampah dari DKI Jakarta itu. Penyebabnya pun sama, yakni soal dana kompensasi atas kondisi yang mereka terima akibat lokasinya digunakan sebagai TPA.Dalam dialog dengan DPRD Kota Bekasi, Senin (14/11), sekitar 90 warga dari Kelurahan Sumur Batu, Cikiwul, dan Ciketing Udik kembali menegaskan sikapnya untuk menuntut dana kompensasi sampah sebesar Rp 50.000 per kepala keluarga kembali dicairkan dan dibagikan langsung ke masing-masing kepala keluarga……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 27 BERITA TERKAIT : WARGA ANCAM TUTUP TPA BANTAR GEBANG, REPUBLIKA, SELASA 15 NOVEMBER 2005, HAL. 7

TANAMAN TRANSGENIK : PENCEMARAN GENETIK DAN NASIB PETANI
Kasus kapas transgenik di Sulsel menggambarkan secara nyata betapa petani selalu berada pada posisi yang dirugikan. Keuntungan dikeruk oleh perusahaan transnasional dan para petinggi.Peraturan internasional memang melindungi pemegang paten secara sangat ketat. Di sisi lain, petani berada pada posisi yang semakin lemah, kata Tejo Wahyu Jatmiko, mantan Direktur Eksekutif Konsorsium untuk Pelestarian Hutan dan Alam Indonesia (Konphalindo).Petani benar-benar hanya sebagai mesin produksi yang pada akhirnya tidak mendapatkan keuntungan apa-apa…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 14

KONSEP TAMAN BUDAYA DIHARAPKAN JADI SOLUSI
Kerusakan lingkungan Gunung Lawu yang cukup parah akibat penebangan liar, kebakaran hutan, serta perluasan lahan pertanian di lerengnya, harus segera diatasi, baik dengan konsep pembangunan taman nasional ataupun taman budaya. Kerusakan lingkungan di Gunung Lawu tersebut juga telah mengakibatkan debit air Telaga Sarangan menyusut hingga 50 persen dibanding 15 tahun lalu. Konservasi alam Gunung Lawu sudah menjadi kebutuhan mendesak. Perlindungan dan pelestarian alam dengan menggunakan konsep taman nasional diharapkan bisa menjadi solusi, kata peneliti Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Prof Drs Sutarno MSc PhD…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 24

PEMBALAKAN LIAR : DIANCAM WALHI BENTUK PENGACARA
Wahana Lingkungan Hidup Aceh membentuk tim pengacara untuk mengusut ancaman kekerasan terhadap aktivis mereka yang membentuk posko pemantauan pembalakan liar di Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini diambil karena tiga aktivis Walhi yang sedang melakukan pemantauan pembalakan liar, sejak Juni 2005, berulang kali mendapat ancaman. Ancaman itu dikirim melalui telepon genggam. Menurut Direktur Eksekutif Walhi Aceh Cut Hindon ancaman kekerasan dilakukan oknum dari organisasi massa……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 24

INVESTOR BATU BARA MENGINCAR KAWASAN KONSERVASI AIR
Sejumlah investor bidang pertambangan mengincar kandungan batu bara yang melimpah di Kalimantan Tengah. Sayangnya, deposit batu bara itu banyak terdapat di kawasan konservasi sumber daya air yang terletak di kaki Pegunungan Muller, seperti di Kabupaten Murung Raya. Menurut Mine and Forest Campaign Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng Arie Rompas Rio apabila pertambangan diizinkan masuk tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, dikhawatirkan fungsi kawasan sebagai penyimpan dan penyuplai air di Kabupaten Murung Raya akan terganggu……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA 15 NOPEMBER 2005, HAL. 24

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup