KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP BAHAS WEWENANG PPNS
Untuk mengefektifkan fungsi pengawasan lingkungan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup membahas kemungkinan menambah kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) agar dapat menuntut langsung tersangka pelanggar hukum. Seperti beberapa kali diungkapkan Menteri Rachmat Witoelar, pihaknya sering kali kecewa dalam penanganan pelanggar hukum lingkungan. Mulai dari proses penyidikan, penuntutan, hingga vonis sidang yang sama sekali tidak memberi efek jera.Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi VII DPR Sonny Keraf menyatakan komisinya mendukung penuh rencana penambahan wewenang PPNS……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 13

KADAR DEBU DAN CO KRITIS
Kadar partikel debu atau particulate matter (PM) dan karbon monoksida (CO) di Jakarta sudah mencapai level kritis. Kondisi tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.Hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, menunjukkan tingkat pencemaran melebihi ambang batas Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, yakni 0,15 mikrogram per meter kubik untuk PM dan 10 ppm (part per million) untuk CO.Pencemaran melebihi ambang batas terutama di jalan raya pada jam sibuk pagi dan sore………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 13

GUBERNUR REKOMENDASIKAN PENGHENTIAN PLTPB BEDUGUL
Gubernur Bali Dewa Beratha akan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk menghentikan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bedugul, Bali. Sikap ini diambil mengingat banyaknya penolakan terhadap proyek tersebut. Sementara secara terpisah, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Bali Ni Wayan Sutji yang juga Ketua I Komisi Amdal Proyek PLTPB Bedugul mengatakan, pihaknya menilai secara teknis proyek itu layak lingkungan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 24

NELAYAN DIBOLEHKAN MELAUT DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL KOMODO
Para nelayan tradisional dibolehkan melaut di perairan Taman Nasional Komodo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Balai Taman Nasional Komodo sama sekali tidak menutup lahan pencarian nelayan asalkan mereka menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.Demikian keterangan beberapa pihak kepada Tim Lintas Timur-Barat Kompas, Rabu (19/10) di Labuanbajo. Mereka antara lain Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Manggarai Barat Fidelis Kerong, pejabat mewakili Kepala Balai TNK Hengky Rani, dan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Manggarai Barat Blasius Janu…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 23

EMPAT TEWAS AKIBAT BANJIR BANDANG DI ACEH TENGGARA
Banjir bandang disertai longsor melanda lima desa di Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (18/10) sekitar pukul 22.00. Sedikitnya empat orang tewas, seorang hilang, 29 lainnya luka-luka, dan 268 rumah rusak. Menurut Bupati Aceh Tenggara Armen Desky tercatat lima desa yang dilanda banjir bandang tersebut, yaitu Desa Lawe Beringin Gayo, Titi Pasir, Simpang Semadam, Kampong Baru, dan Semadam Awal dan terdapat lima titik longsor yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Titik longsor tersebut berada sekitar 32 kilometer dari lokasi longsor di Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, pada April lalu……..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 15 BERITA TERKAIT: ACEH TENGGARA DILANDA BANJIR BANDANG, 14 ORANG TEWAS, 20 LUKA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 12

ACEH TENGGARA LONGSOR, LIMA TEWAS
Hujan yang mengguyur deras selama sepekan menyebabkan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di kecamatan Seumadam, Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (18/10) malam…………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. A14 BERITA TERKAIT: BANJIR HANTAM ACEH TENGGARA, LIMA TEWAS, KORAN TEMPO, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. 21

PENCEMARAN : SUNGAI SIAK DI KELOLA DALAM SATU MANAJEMEN
Guna mengatasi pencemaran di Sungai Siak, Pemerintah Provinsi Riau berupaya melakukan pengelolaan dalam satu wadah manajemen. Hal itu tertuang dalam deklarasi bersama yang dibacakan di gedung BPPT, Jakarta, kemarin.Deklarasi yang akan ditandatangani Gubernur HM Rusli Zainal, Bupati Rokan Hulu Ramlan Zas, Bupati Kampar Jefri Noer, Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah, Bupati Siak Arwin AS, dan Bupati Bengkalis Syamsurizal itu akan menghasilkan berbagai peraturan daerah tentang penyelamatan daerah aliran Sungai Siak berdasarkan prinsip One River One Management (Satu Sungai Satu Pengelolaan)……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 24

MASALAH SANITASI DAN AIR PERLU PEMBENAHAN SERIUS
Kualitas fasilitas sanitasi dan air di Indonesia sangat memprihatinkan. Indonesia bahkan menempati peringkat kedua terendah dari total 16 negara Asia Tenggara. Demikian diungkapkan Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Basah Hernowo kepada Media di Jakarta usai penandatanganan naskah kerja sama Bappenas dengan Plan International, kemarin.Indonesia, kata Basah, berada di peringkat 14 dari 16 negara Asia Tenggara. Indonesia hanya berada di atas Laos serta jauh tertinggal dari Singapura, Thailand, dan Malaysia……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 24

KONVERSI ENERGI MULAI 2006
Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan pengalihan atau konversi energi dan bahan bakar minyak ke nonminyak, seperti batu bara dan gas. Pengalihan ini akan dimulai pada 2005. Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, pengalihan energi tertuang dalam cetak biru Pengelolaan Energi Nasional 2005-2025. Batu bara kan menajdi andalan pengganti minyak. Karena itu, pemerintah akan membatasi penjualan batu bara ke luar negeri lewat pengenaan pungutan ekspor sebesar 3 persen. Menurut dia ekspor bahan tambang selama ini bebas pajak dan tak dikontrol pemerintah “Prinsipnya, energi yang mahal akan diekspor dan yang murah untuk dalam negeri,” kata Aburizal, Selasa (18/10) malam….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. A22

STUDI AMDAL MASIH ASAL-ASALAN
Pembangunan jalan tol di perkotaan kerap menjadi solusi paling disukai untuk meredakan kemacetan lalu lintas. Namun, kerap kali kita mendengar proses pembangunannya berjalan tidak mulus.Dalam PP No 27 Tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dijelaskan pelaksanaan pembangunan bisa berdampak pada aspek-aspek yang melingkupi area, atau kawasan pembangunan tersebut.Amdal adalah prasyarat yang akan menentukan layak tidaknya sebuah pembangunan akan dilaksanakan. Amdal dibuat untuk bisa mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin terjadi……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 16

LINDUNGI ATAU TIDAK AKAN KEMBALI!
Borneo dikenal memiliki biodiversitas paling tinggi, baik flora maupun fauna di Paparan Sunda. Wajar apabila pulau itu dikenal sebagai pusat keanekaragaman jenis, terutama tumbuhan. Floranya sekaya flora Benua Afrika yang luasnya 40 kali lebih besar. Tidak kurang dari 3.000 jenis pohon, termasuk 267 jenis Dipterocarpaceae, tumbuhan di Borneo dan lebih dari setengahnya hanya ditemukan di pulau itu alias endemik. Borneo juga kaya akan jenis anggrek (kira-kira 2000 jenis) dan paku-pakuan (sekitar 1000 jenis) serta menjadi pusat penyebaran tumbuhan pemakan serangga (Nephentes atau kantong semar)….. BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. C6 BERITA TERKAIT: HUTAN KERDIL DI PUNCAK BATIKAP, KORAN TEMPO, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. C6

PENANGANAN LINGKUNGAN HIDUP BUTUH KOORDINASI LEBIH BAIK
Koordinasi antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dengan instansi pemerintah lainnya masih belum berjalan dengan baik, sehingga berbagai masalah lingkungan terkesan lamban diselesaikan. Akibat yang lebih nyata adalah kerusakan lingkungan yang semakin meningkat. Untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan, kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, diperlukan paradigma baru dalam pengawasan dan penataan lingkungan hidup, terutama pengawasan yang dilakukan oleh kementeriannya……..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 19 OKTOBER 2005, HAL. 15

BRIKET BATUBARA BISA GANTIKAN MINYAK TANAH
Di tengah melambungnya harga minyak tanah, briket batu bara diyakini dapat menjadi bahan bakar minyak (BBM) pengganti yang lebih ekonomis. Harga 1 kilogram briket hanya Rp. 900, bandingkan dengan minyak tanah yang Rp 2,250 per liter. Briket juga memiliki tingkat emisi yang jauh lebih rendah ketimbang minyak tanah, menjadikannya sumber energi substitusi yang lebih aman bagi kesehatan. Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT, Dr Agus Rusyana Hoetman, dengan indikator-indikator ini briket batu bara memenuhi persyaratan teknis sebagai pengganti substitusi minyak tanah. “Dengan tingkat emisi rendah ini, briket aman buat kesehatan. Briket tidka memicu kanker, seperti isu yang belakangan berkembang,” kata dia, Rabu (19/10)………………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, KAMIS, 20 OKTOBER 2005, HAL. 20

Sumber:
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup