KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KORBAN BANJIR BANDANG 12 ORANG, BANJIR DI KATINGAN SETINGGI DUA METER

Penebangan tak terkendali pohon kemiri rakyat di sekitar kawasan Hutan Lindung Serbolangit, Kecamatan Seumadam, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga menjadi pemicu banjir bandang dan longsor, Selasa malam lalu. Hingga Kamis (20/10) sudah 12 korban ditemukan tewas akibat musibah tersebut. Menurut Menteri Kehutanan MS Kaban, tanah dengan kemiringan 20-30 derajat seharusnya tidak layak untuk pertanian, apalagi pohon kemiri yang ada ditebangi untuk digantikan dengan kakao akibatnya penebangan pohon kemiri itu menyebabkan kecamatan berpenduduk 11.200 jiwa di sekitar Hutan Lindung dan Taman Nasional Gunung Leuser tersebut rawan longsor………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 21 OKTOBER 2005, HAL. 15 BERITA TERKAIT LAINNYA: BANJIR BANDANG ACEH TENGGARA, 15 TEWAS, SUARA PEMBARUAN, KAMIS 20 OKTOBER 2005, HAL. 4; BANJIR DI ACEH TENGGARA TEWASKAN 16 ORANG, KORAN TEMPO, JUM’AT 21 OKTOBER 2005, HAL. A3

PERBAIKAN LINGKUNGAN BELUM SIGNIFIKAN

Setahun pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) dinilai belum membawa perubahan signifikan bagi lingkungan. Sumber daya alam hingga kini masih diperlakukan sebagai komoditas ekonomi dan tidak dijaga keberlanjutannya. Pola pembangunan saat ini juga dinilai masih merupakan keberlanjutan pola lama yang lebih menonjolkan egosektoral. Padahal, selama kampanye SBY-JK berjanji menghapuslannya. TAP MPR Nomor IX Tahun 2001 juga belum dipatuhi. Di sana tertera DPR dan Presiden perlu mengganti perundang-undangan dan peraturan yang bersifat sektoral tentang pengelolaan sumber daya alam dan pembaruan agraria menjadi komprehensif dan ramah lingkungan. “Kebijakan yang ada masih bersifat respondif semata,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Chalid Muhammad dalam jumpa pers setahun pemerintah SBY-JK di bidang lingkungan di Jakarta, Kamis (20/10)…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 21 OKTOBER 2005, HAL. 13

PERLUASAN TAMAN NASIONAL TESSO NILO TERANCAM GAGAL

Perambahan liar di kawasan Hutan Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan. Provinsi Riau makin mengganas. Dalam setahun terakhir bukaan lahan meningkat empat kali lipat menjadi 20.000 hektar diikuti adanya permukiman liar yang dihuni 2.000 kepala keluarga. Perambahan liar disinyalir makin meluas menggerus wilayah kawasan HPH dan juga Taman Nasional Tesso Nilo. Akibatnya, rencana perluasan TN Tesso Nilo yang sudah hampir final terancam terhambat. Padahal TN Tesso Nilo diperluas demi kelestarian lingkungan yang akan berdampak bagi kehidupan manusia, satwa langka seperti gajah dan harimau, serta peningkatan ekonomi dengan pembangunan hutan tanaman industri di sekitar taman nasional…BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUM’AT 21 OKTOBER 2005, HAL. 24

SEPERTIGA KEMATIAN DI JAKARTA AKIBAT POLUSI

Sekitar 1/3 angka kematian di Jakarta pada tahun lalu disebabkan penyakit yang terkait dengan masalah pencemaran udara, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Tingginya karbon monoksida (CO) serta partikel debu (particulate matter/PM) merupakan biang keladi dari pencemaran udara tersebut. Demikian hasil penelitian yang dilakukan Budi Haryanto dari Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Rabu (19/10).Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak April hingga September 2005 itu terungkap bahwa kadar PM berukuran 2,5 mikron (PM2,5) serta gas CO di udara Jakarta sudah pada level kritis……..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 21 OKTOBER 2005, HAL. 24

KORBAN TEWAS DI ACEH BERTAMBAH

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Aceh Tenggara terus bertambah. Hingga kemarin, 14 jenazah berhasil dievakuasi dan tujuh lainnya belum ditemukan. Menurut Menteri Kehutanan MS Kaban terjadinya banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, akibat penebangan kayu ilegal yang terus-menerus.Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh pun menilai musibah tersebut akibat rusaknya ekosistem perbukitan Kawasan Ekosistem Leuser…………BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 21 OKTOBER 2005, HAL. 12

BERSEPAKAT MENYELAMATKAN SUNGAI SIAK

Dalam rangka menyelamatkan Sungai Siak dan daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah pesisirnya dan ancaman kerusakan, lima pemerintah kota/kabupaten di Provinsi Riau yang dilain Sungai Siak sepakat bekerja sama. Penandatangan deklarasi kesepakatan itu dilakukan di kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi di Jakarta kemarin….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUM’AT 21 OKTOBER 2005, HAL. C7

Sumber:
KBUA Perpustakaan Emil Salim
Kementerian Negara Lingkungan Hidup