KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

20.000 HEKATRE HUTAN TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN RUSAK
Sekitar 20.000 hektar hutan alam di Taman Nasional Betung Kerihun Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, rusak parah akibat penebangan liar. Kerusakan ini memang hanya 2,5 persen, namun mengingat penebangan liar masih berlanjut, dikhawatirkan akan semakin meluas.TNBK merupakan kawasan konservasi terbesar di Kalimantan Barat dengan luas 800.000 hektar. Taman nasional ini didominasi hutan hujan tropis pada ketinggian antara 200 hingga 1.960 meter di atas permukaan laut (dpl). TNBK juga memiliki keunikan tersendiri karena mempunyai ekosistem hutan dipterocarpaceae, hutan berbukit, hutan pegunungan, hutan berlumut, dan hutan berkapur…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 22 OKTOBER 2005, HAL. 24

TAMBANG EMAS MARAK
Penambangan emas tanpa izin dengan menyedot pasir sungai masih marak terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Akibat penambangan emas tersebut, sejumlah pinggiran sungai menjadi longsor yang menyebabkan sungai menjadi dangkal.Berdasarkan pemantauan Kompas, Sabtu-Minggu (22-23/10) di Sungai Kahayan yang panjangnya sekitar 250 kilometer terdapat sekitar 500 mesin sedot emas, yaitu mulai dari Kota Palangkaraya hingga ke Kabupaten Gunung Mas. Selain menyedot di tepian sungai, ada juga yang beroperasi di tengah-tengah sungai. Akibat penambangan ini lalu lintas sungai terganggu, bahkan rawan kecelakaan….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 OKTOBER 2005, HAL. 24

MEMBANGUN MASYARAKAT YANG BERDAMAI DENGAN ALAM
Kawasan hutan Dongi-Dongi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala, sekitar 72 kilometer selatan Palu, beberapa tahun belakangan ini memang menyedot perhatian publik. Ini karena terjadi konflik antara pengelola Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dengan masyarakat perambah yang bermukim di jalan poros Palu-Kabupaten Poso itu. Di kawasan yang sebenarnya merupakan hutan konservasi itu, sekitar 1.030 kepala keluarga (KK) bermukim sejak tahun 2001.TNLL diumumkan sebagai kawasan baru di taman nasional dalam Kongres Taman Nasional Sedunia pada tahun 1982 di Bali. Pada tanggal 23 Juni 1999, Menteri Kehutanan dan Perkebunan Muslimin Nasution (waktu itu), melalui Surat Keputusan Nomor 464/Kpts-II/99, mengukuhkan Balai TNLL seluas 217.991,18 hektar……….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 24 OKTOBER 2005, HAL. 40

HARIMAU JAWA PUNAH
Dua jenis satwa asli Indonesia, yakni harimau jawa dan harimau bali, dipastikan sudah punah. Sementara beberapa jenis satwa asli Indonesia lainnya juga terancam punah akibat kerusakan hutan dan perdagangan liar. Menurut Direktur Jenderal Pelestarian Hutan dan Konversi Alam Departemen Kehutanan Ir Koes Saparjadi MF, Upaya penelusuran keberadaan kedua jenis harimau itu di habitat aslinya sudah dilakukan, namun sampai sejauh ini hasilnya nihil.Habitat terakhir harimau jawa ada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, tepatnya di sebelah selatan Jember. Upaya pencarian hanya ditemukan sejumlah jejak cakar, bulu, dan kotoran harimau belang tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 22 OKTOBER 2005, HAL. 24 BERITA TERKAIT : HARIMAU JAWA DAN BALI PUNAH, REPUBLIKA, SENIN 24 OKTOBER 2005, HAL. 20

ALAM DIKOMERSIALKAN, LINGKUNGAN TAMBAH RUSAK
Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Chalid Muhammad menyebutkan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih tidak berubah paradigmanya. Dominasi kepentingan ekonomi masih di atas kepentingan kehidupan yang berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan masih sektoral dan memandang alam sebagai komoditas serta pengelolaannya yang bersifat administratif belaka. Seperti halnya dalam pengelolaan hutan yang masih bergantung pada kebijakan departemen kehutanan saja, padahal dampak kerusakan terus terjadi, walaupun angkanya cenderung menurun. Bila pada tahun 2003 Walhi memperkirakan laju kerusakan sebesar 3,2 juta hektare, pada tahun 2005 ini Walhi memperkirakan laju kerusakan hutan berkisar pada angka 2,4 juta hektare…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, , SABTU 22 OKTOBER 2005, HAL. 15

UJI EMISI KENDARAAN RODA DUA SEBELUM MUDIK
Memanfaatkan situasi mudik Lebaran, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta dan Swisscontact, mengampanyekan uji emisi untuk kendaraan bermotor yang akan diselenggarakan selama dua hari. Pembukaannya sendiri dilaksanakan, Sabtu (22/10), di Parkir Timur Senayan, Jakarta.Uji emisi ini ditujukan untuk mengurangi polusi kendaraan bermotor, khususnya roda dua yang sudah menjadi ancaman polusi di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, , SABTU 22 OKTOBER 2005, HAL.15

‘HENTIKAN BENCANA LINGKUNGAN DI BORNEO’
Rencana pemerintah untuk membangun perkebunan sawit terbesar di sepanjang perbatasan Kalimantan-Serawak, Malaysia Timur menuai protes keras dari organisasi lingkungan. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), tindakan itu hanya memunculkan bencana lingkungan yang lebih besar di tanah Borneo……BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN, 24 OKTOBER 2005, HAL. 20

MENCEMARI UDARA, MENUAI PENYAKIT : UDARA KOTOR DAPAT MENGUNDANG BERBAGAI MACAM PENYAKIT
Selain menyerang sistem pernafasan, polusi udara juga mengganggu organ tubuh lain. Sisa pembakaran pada knalpot kendaraan bermotor mengandung sejumlah logam berat berbahaya, diantaranya, kadmium, timbal, oksida nitrogen dan karbon monoksida yang dapat mengurangi konsumsi oksigen karena zat itu lebih cepat masuk ke dalam darah dibandingkan oksigen…..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, MINGGU 23 OKTOBER 2005, HAL. 7

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan