KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEBAKARAN HUTAN : PPNS SELIDIKI DUGAAN KETERLIBATAN PERUSAHAAN

Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Negara Lingkungan Hidup tengah menindaklanjuti keterlibatan delapan perusahaan nasional dalam kebakaran hutan dan lahan pertanian/perkebunan yang menimbulkan kabut asap hingga Malaysia.Berdasarkan data Pemerintah Daerah Provinsi Riau, titik api semula ditemukan di kawasan lahan konsesi milik 72 perusahaan. Jumlah tersebut terus berkurang. Menurut Deputi Bidang Penaatan Lingkungan KLH Hoetomo MA Tahun 2005 ini pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan untuk delapan perusahaan……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 13

PENYELUNDUPAN SATWA RUGIKAN NEGARA

Negara sedikitnya mengalami kerugian Rp10 triliun setiap tahun akibat maraknya penyelundupan satwa liar yang dilindungi undang-undang ke luar negeri. Untuk itu, perlu keseriusan dari pemerintah menangani hal ini. Menurut Direktur Gibbon Foundation Willie Smits kerugian itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, sejauh ini belum ada perhatian yang serius dari instansi yang berwenang. Dia menduga instansi yang bergerak dalam bidang pertahanan dan keamanan, serta lembaga yang menangani persoalan hutan mengambil peran paling besar dalam bisnis penyelundupan ini…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 20

PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN

Sejak tahun 2003 sampai saat ini, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, terjadi penambangan emas tanpa izin di sepanjang Sungai Kapuas. Masyarakat yang berprofesi penambang liar itu mengaku sudah membayar izin retribusi tidak resmi kepada kepala desa, camat, dan seterusnya sehingga mereka leluasa mencemari Sungai Kapuas dengan merkuri.Kalau saja para penambang yang memakai mesin penyedot (dikenal Jek) yang jumlahnya hingga 200-an itu tidak memakai air raksa (merkuri) dalam proses pengolahan emasnya di sungai, tentu saja masyarakat tidak resah……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 7

PAKAI ENERGI TERBARUKAN : TARGET LIMA PERSEN ENERGI KONVENSIONAL

Untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan, draf Rancangan Undang-Undang Energi memuat mekanisme pemberian insentif bagi pengembangan energi terbarukan.Kini, draf RUU energi sudah di tangan Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-undang ini akan menjadi payung pengembangan energi terbarukan yang sangat potensial, kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Yogo Pratomo di sela-sela Dialog Publik Meningkatkan Energi Terbarukan dalam Energy Mix Nasional yang diselenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 13

AKIBAT PENEBANGAN HUTAN 2100 MATA AIR MENGERING

Kelangkaan minyak tanah yang kerap mendera penduduk di berbagai daerah di Banyumas, Jawa Tengah, akhir-akhir ini dikhawatirkan memacu penduduk kembali menggunakan kayu bakar dan menebang pohon tanaman keras.Jika itu terjadi, kerusakan sumber air (mata air) akan semakin cepat. Di Banyumas saat ini tinggal 900 mata air, padahal tahun 2001 masih tercatat 3.000 mata air. Setiap tahun rata-rata sekitar 300 mata air mati akibat penebangan terprogram (hutan produksi) maupun penebangan tanaman keras milik penduduk……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 24

PEMANASAN GLOBAL AWAL BERAKHIRNYA DUNIA

Perubahan iklim dunia yang dipicu oleh pemanasan global merupakan anak kandung dari arah pembangunan dunia yang keliru. Yakni pembangunan yang semata-mata berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Menurut Emil Salim jika Asia gagal mengendalikan produksi gas karbondioksida ke udara yang memicu global warming maka dunia berada diambang bahaya….BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 3

KEBAKARAN DI KALIMANTAN SELATAN GAWAT

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan makin tak terkendali. Satelit NOAA mencatat pada bulan Agustus 2005 terdapat 134 titik api yang tersebar di semua kabupaten kecuali kabupaten Banjarmasin. Padahal sebelumnya titik api yang terpantau oleh satelit hanya 21 titik. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Sonny Partono hujan di beberapa kawasan malah menambah titik api ………BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. A13

KAPAL MV MIRNA : KROASIA AKAN LAPOR KE MAHKAMAH INTERNASIONAL

Kedutaan Besar Kroasia mengancam akan membawa kasus penahanan kapal MV Mirna Rejeka ke Mahkamah Internasional jika instansi terkait di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tidak melepaskan kapal tersebut.Kapal tersebut sejak Selasa (23/8) disita oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) dalam kasus penyelundupan kayu (illegal logging). Penyitaan kapal melibatkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim dan Markas Komando RI Kawasan Timur…..BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL. 8

MENURUT ILMUAWAN, TANAH TIDAK TERPENGARUH AIR LAUT DI ACEH PASCA TSUNAMI

Kekhawatiran bahwa kesuburan lahan pertanian di Aceh akan rusak oleh air laut yang menyapu kawasan tersebut akibat tsunamni ternyata menurut para ilmuawan tidak terbukti. Menurut Ilmuawan garam dari air laut tidak masuk ke lapisan tanah persawahan dimana padi tumbuh….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, JUMAT 26 AGUSTUS 2005, HAL.

Sumber : KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkungan Hidup