KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ACEH TENGGARA DARI BANJIR KE BANJIR
Tanah Rencong bagai tak henti dirundung derita. Pada 18 Oktober lalu, banjir bandang kembali melanda permukiman padat di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, banjir bandang datang bertubi. Pertama, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah warga usai menjalankan ibadah tarawih, air datang dari lereng Lauser.Empat jam kemudian, banjir bandang besar datang. Diikuti oleh batu-batuan dan kayu gelondongan serta pepohonan yang berasal dari lereng Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Bencana itu menyebabkan sekitar 500 rumah di lima desa rusak parah. Kelima desa itu, yakni Titi Pasir, Semadam Awal, Simpang Semadam, Lawe Beringin Gayo, dan Lawe Tua……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 13

ILLEGAL LOGGING PENYEBAB BENCANA
Bencana banjir bandang di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam, 18 Oktober lalu menyimpan berbagai pertanyaan. Apa sesungguhnya penyebab bencana yang menjadi langganan di daerah ini? Berbagai kalangan pun sependapat, penebangan kayu secara liar (illegal logging menjadi faktor utama. Ketua Yayasan Lauser International (YLI) Mike Griffith mengungkapkan penebangan liar di Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), khususnya di Aceh Tenggara, sudah terjadi sejak 15 tahun lalu.Kondisi hutan di Aceh Tenggara yang termasuk dalam kawasan TNGL, diakuinya, sangat memprihatinkan. Walaupun tidak gundul total, banyak titik-titik yang terlihat kosong akibat tebangan liar……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 14

PENGOLAHAN SAMPAH DI TIAP KOTAMADYA
Dengan berkurangnya kapasitas TPA Batargebang. Dinas Kebersihan DKI berencana membangun empat instalasi pengolah sampah di tingkat kotamadya. Beban TPA Bantargebang saat ini mencapai 6 ribu ton sampah per hari dan kapasitasnya akan dikurangi. “Pembangunannya secara berjenjang mungkin memakan waktu 10 tahun hingga terbangun semuanya,” kata Kepala Dinas Kebersihan Rama Budi, Rabu (26/10). Pengurangan kapasitas TPA Bantargebang dengan cara membangun instalasi TPST tingkat kotamadya……………..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 4 (KALAM)

EKSPLORASI HUTAN DI INDONESIA : KAYU DITEBANG, BANJIR MENERJANG
Banjir bandang yang melanda Kutacane, Aceh, baru-baru ini menjadi peneguh bahwa kita sebagai bangsa telah teledor dalam merawat hutan karunia Tuhan. Keberadaan hutan di Indonesia dari waktu ke waktu kian terancam. Kerusakan dan pembalakan kayu secara tidak sah begitu dominan. Proyek-proyek pembangunan infrastruktur jalan, perkebunan skala besar, hak pengusahaan hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), serta lahan transmigrasi yang salah kaprah mendorong kawasan lindung ini makin rusak……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 16

IKAN DANAU SENTARUM SUSUT SAMPAI 50 PERSEN
Selama lima tahun terakhir dari 2000 hingga 2005, populasi ikan di Danau Sentarum, Kalimantan Barat, menyusut hampir 50 persen. Hal itu diduga akibat maraknya penebangan liar sehingga air danau keruh dan fluktuasi air danau sangat tajam antara musim kemarau dan musim hujan. Menurut peneliti Center For International Forestry Research (CIFOR), Elizabeth Linda Yuliani, berdasarkan penelitian kualitatif terhadap narasumber yang merupakan penduduk Danau Sentarum, rata-rata tangkapan ikan mereka hanya 50 persen dibanding lima tahun lalu. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan penelitian kuantitatif sehingga penyebab dan dampak berkurangnya ikan di Danau Sentarum dapat diketahui dan kemudian ditanggulangi………..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 24.

GUBERNUR TOLAK PLTPB BEDUGUL
Gubernur Bali Dewa Beratha secara resmi menolak dilanjutkannya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Bedugul, Bali. Penghentian proyek yang terkatung-katung sejak adanya pro dan kontra proyek itu didasari alasan bahwa lokasi yang dipakai tidak tepat. Areal di mana proyek dilaksanakan dinilai sakral oleh masyarakat. Meski gubernur mengakui bahwa beberapa pihak mendukung proyek PLTPB karena sifatnya yang ramah lingkungan, namun pihaknya tidak dapat menolak rekomendasi DPRD Bali yang menyatakan menolak proyek tersebut…..BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 24

BANJIR DI SUMBAR RENDAM RIBUAN RUMAH
Banjir kembali melanda Sumatera Barat. Kali ini terjadi di kawasan Pangkalan Kotabaru, Kabupaten 50 Kota, sekitar 180 kilometer dari Padang. Lebih dari seribu unit rumah dan ribuan hektare areal persawahan terendam serta satu jembatan putus. Sejauh itu dilaporkan, tidak ada korban jiwa. Pangkalan Kuto Baru merupakan kawasan pertemuan beberapa kawasan pertemuan sungai. Sekarang sungai itu meluap hingga menyebabkan banjir did aerah tersebut. Sungai-sungai yang meluap itu adalah Sungai Batang Maek, Manggilang, Kaso, dan Batang Samo. Keempat sungai ini bertemu di Pangkalan, untuk selanjutnya bermuara ke Sumatera Timur…..BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, KAMIS 27 OKTOBER 2005, HAL. 21

HENTIKAN KEBOCORAN AIR BERSIH
Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar dua miliar manusia kini menghadapi risiko menderita penyakit murus yang disebabkan oleh air dan makanan. Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian lebih dari lima juta anak-anak setiap tahun. Sumber-sumber air semakin dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau tercemar karena penggunaannya yang melebihi kapasitasnya untuk dapat diperbarui. Kalau tidak ada perubahan radikal dalam cara memanfaatkan air, mungkin saja suatu ketika air tidak lagi dapat digunakan tanpa pengolahan khusus, yang biayanya melewati jangkauan sumber daya ekonomi bagi kebanyakan negara…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 OKTOBER 2005, HAL. 18.

MENTERI PU : PENYIMPANGAN TATA RUANG MASIH MARAK
Penyimpangan tata ruang masih banyak terjadi di berbagai daerah, dan beberapa di antaranya telah menimbulkan kerusakan lingkungan, terutama di daerah hulu yang pada gilirannya menimbulkan banjir pada musim hujan. Untuk mengatasi berbagai penyimpangan itu, Departemen Pekerjaan Umum (PU) telah menyusun RUU tata ruang, yang memuat pasal sanksi kepada pelaku penyimpangan tata ruang. Menurut Menteri PU, Joko Kirmanto RUU tersebut sudah diserahkan ke Departemen Hukum dan HAM, dan dalam waktu dekat ini segera diserahkan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani presiden…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 OKTOBER 2005, HAL. 7

PENCURIAN KAYU UNTUK GANTI BBM BAKAL MARAK
Pencurian kayu di Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar) akan kian marak pascakenaikan bahan bakar minyak (BBM) 1 Oktober lalu. Menurut Direktur Peduli Indonesia, Syafrudin Ngulma Simeulue pengambilan kayu tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tetapi juga perempuan. Selain untuk konsumsi sendiri karena sudah tidak mampu membeli minyak tanah, sebagian lainnya menjual untuk memenuhi pesanan dari tetangga dan usaha kecil yang mengkonsumsi minyak tanah seperti usaha kue dan roti…..BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, RABU 26 OKTOBER 2005, HAL. 14

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Negara Lingkumgan Hidup