KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BIODIESEL JADI ENERGI ALTERNATIF
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengharapkan biodiesel mampu menjadi alternatif bahan bakar minyak di Indonesia pada 2010. Menurut Kusmayanto, saat ini kapasitas sumber daya alam Indonesia cukup untuk memproduksi biodiesel. “Kita memiliki 516 juta hektare kebun kelapa sawit untuk memasok kebutuhan bio,” kata Kusmayanto kemarin…….BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. A22

CUKONG KELAS KAKAP DIDUGA TERLIBAT
Setelah berkali-kali melakukan inspeksi mendadak di pusat-pusat praktik pembalakan liar (illegal logging) di seluruh Provinsai Riau dua bulan terakhir. Wakil Gubernur Riau Wan Abu Bakar, Minggu (30/10), menyatakan keterlibatan cukong-cukong kayu kelas kakap, serta konspirasi mafia tingkat tinggi yang melibatkan oknum birokrat pemerintahan dan aparat keamanan. “Meski informasi yang dihimpun dari pantauan lapangan selama ini mampu memberikan sosok nyata pelaku intelektual penebangan liar, tetapi canggihnya konspirasi menyulitkan pembuktian,” kata Wan Abu Bakar…………….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 24 BERITA TERKAIT: POLDA RIAU SITA RIBUAN METER KUBIK KAYU ILEGAL, REPUBLIKA, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 21

CIBEREUM MELUAP, 700 RUMAH TERGENANG
Daerah rawan banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yakni Kecamatan Kawunganten dan Sidareja, mulai dijamah banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Di Kecamatan Sidareja, genangan air akibat meluapnya Sungai Cibereum menyebabkan sekitar 700 rumah penduduk di enam desa terendam hingga di Kawunganten yang terendam air sekitar 155 rumah, tidak ada rumahyang roboh maupun korban jiwa……BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. HAL. 24

JAKSA KASASI BEBASNYA PEMBALAK LIAR
Kejaksaan mengajukan kasasi atas bebasnya beberapa terdakwa kasus pembalakan liar di pengadilan negeri di Kalimantan Barat. “Kami sesalkan hal tersebut, dari beberapa yang ada ternyata begitu (divonis bebas),” ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Prasetyo di Jakarta kemarin………..BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SABTU 29 OKTOBER 2005, HAL. A5

DITEMUKAN SISA 50 TON SISA LIMBAH B3 PT APEL
Tim Kementerian Negara Lingkungan Hidup selama masa pembersihan di areal hutan yang pernah digunakan PT Asia Pasifik Eco Lestari (APEL) untuk membuang limbah bahan berbahaya dan beracun menemukan sekitar 50 ton sisa limbah itu. Sisa limbah itu kemudian dikumpulkan dalam jumbo box yang masing-masing isinya diperkirakan satu ton.Menurut Ketua tim KLH, I Ketut Muliartha, yang menjabat Asisten Deputi Urusan Pemulihan Kualitas Lingkungan Kawasan Kepulauan Riau, saat ini penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi perhatian utama. â€Â?Salah satu tantangan utamanya adalah bentang geografis Kepulauan Riau dan banyaknya industri yang kurang menghiraukan lingkungan…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 OKTOBER 2005, HAL. 24

10000 WARGA TERISOLASI
Banjir besar yang melanda Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menyebabkan sedikitnya 10.000 warga terisolasi, menyusul putusnya satu jembatan dan dua jembatan lain rusak berat. Banjir yang menggenangi sedikitnya 2.000 rumah itu menewaskan seorang warga, Nazar (70). Menurut Wakil Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi banjir kali ini sangat parah karena ribuan rumah di lima kecamatan terendam air 2-5 meter. Banjir yang terjadi sejak Rabu lalu itu akibat meluapnya lima sungai (batang), yaitu Batang Maek, Batang Kasok, Batang Langkuang, Batang Samo, dan Batang Sinamar…….BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SABTU 29 OKTOBER 2005, HAL. 24

WARGA BLOKADE PENGOLAHAN SAMPAH BOJONG DENGAN BETON
Puluhan warga Bojong, Klapanungal, Kabupaten Bogor memblokade pintu masuk tempat pengolahan sampah terpadu milik PT Wira Guna Sejahtera dengan membuat tembok beton kemarin. tembok berbahan materi batu pasir, dan semen itu setinggi 50 sentimeter panjang 14 meter, tebal 30 sentimeter. Dananya hasil patungan warga. mereka juga menutup pintu masuk yang biasa digunakan bagi karyawan Wira Guna. Akibatnya, kendaraan dan karyawan pengolahan sampah dengan teknologi ball press (dipadatkan dan ditimbun) tersebut tidak dapat bekerja…..BACA SELENAGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. A4
BERITA TERKAIT: WARGA TUTUP PINTU MASUK TPST BOJONG, REPUBLIKA, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 9 (KALAM)

SETELAH BOCOR, NEWMONT GANTI PIPA PEMBUANGAN LIMBAH
Setelah mengalami kebocoran pipa pembuangan limbah pada pertengahan September lalu, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) akan mengganti pipa bawah lautnya pada Januari tahun depan. Seluruh pipa bawah laut (offshore) yang memiliki panjang 3,2 kilometer akan diganti dengan yang baru. Menurut Manager Environment Affairs PT Newmont Pacific Nusantara, induk perusahaan Newmont di Indonesia, Imelda Adhisaputra rencana pergantian pipa itu sebenarnya akan dilakukan pada pertengahan tahun depan, tetapi setelah terjadinya kebocoran pipa pembuangan limbah belum lama ini, perusahaan penambang tembaga itu memajukan jadwal pergantian…….BACA SELENGKAPNYA, SUARA PEMBARUAN, SABTU 29 OKTOBER 2005, HAL. 15

BANJIR RENDAM RIBUAN RUMAH DI CILACAP
Hujan deras di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (29/10) sore hingga Minggu (30/10) dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah kecamatan. Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Bantarsari, sebanyak 2900 rumah warga terendam air setinggi 50-100 sentimeter. Akibatnya ribuan warga terpaksa mengungsi. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Cilacap Sumaryo mengatakan, pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras dan mi instan, ke titk-titik bencana. “Kami salurkan melalui kepala desa masing-masing,” katanya…BACA SELENGKAPNYA, KORAN TEMPO, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. A9 BERITA TERKAIT: RIBUAN RUMAH DI CILACAP TERENDAM AIR, REPUBLIKA, SENIN3 1 OKTOBER 2005, HAL. 21

EMISI KARBON BISA DITRANSAKSIKAN
Pengusaha berpotensi mendapatkan keuntungan apabila mampu mengurangi kadar emisi gas rumah kaca. Melalui mekanisme pembangunan bersih, yang merupakan salah satu kesepakatan Protokol Kyoto, emisi karbon negara berkembang dapat dijual ke negara maju. Menurut Moekti Soejachmoen, aktivis lingkungan hidup dari Yayasan Pelangi Protokol Kyoto yang berfungsi menghambat perubahan iklim, mewajibkan negara maju menurunkan emisi gas rumah kaca rata-rata 5,2% dari total emisi gas dunia pada tahun 1990.Dengan mekanisme pembangunan bersih (MPB), negara maju dapat menurunkan emisi gas rumah kacanya dengan mengembangkan proyek ramah lingkungan di negara berkembang…….BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 20

BATU BARA TIMBULKAN PEMANASAN GLOBAL
Karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan briket batu bara dapat menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Pasalnya batu bara mengandung emisi karbon dioksida (CO2) paling besar di antara energi fosil lainnya. Menurut Firdaus Cahyadi dari Mitra Emisi Bersih (MEB), untuk menghasilkan satu kilowatt energi saja, batu bara mengeluarkan sekitar 940 gram karbon dioksida. Seandainya separuh dari seluruh rumah tangga Indonesia menggunakan briket batu bara, kontribusi Indonesia dalam penghancuran ekosistem akan sangat besar……BACA SELENGKAPNYA, MEDIA INDONESIA, SABTU 29 OKTOBER 2005, HAL. 14

LIMBAH RSUD MUARA TEWEH BERMASALAH
Air limbah hasil beberapa kegiatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah dibuang ke lingkungan setempat. Plt Kepala Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup dan Tata Ruang dr R Hendro Prasetyo MKes di Muara Teweh, mengakui sistem pembuangan air limbah di rumah sakit itu masih belum memenuhi persyaratan. Air limbah seperti ruang perawatan kamar mandi, ruang laboratium di buang ke selokan dan dialirkan ke lingkungan sekitar tanpa melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). “Saat ini instalasi untuk pengolahan limbah di rumah sakit tersebut tidak bisa difungsikan sehingga langsung ke lingkungan sekitar,” katanya…….. BACA SELENGKAPNYA, REPUBLIKA, SENIN 31 OKTOBER 2005, HAL. 20

Sumber :
KBUA Perpustakaan “Emil Salim”
Kementerian Lingkungan Hidup