KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Much Fatchurochman/JURNAL NASIONAL

Teknologi Solar Cell dimanfaatkan oleh warga Banyumeneng, Pangang, Gunungkidul untuk mengangkat air bagi 200 KK di wilayah tersebut yang kesulitan air bersih di musim kemarau. Teknologi itu diinisiasi oleh mahasiswa KKN UGM.

 

WARGA masyarakat di Banyumeneng, Giriharjo, Panggang, Gunung kidul kini tak kuatir lagi saat menghadapi musim kemarau. Kebutuhan air bersih, bisa tercukupi dengan biaya murah, dengan pemanfaaatan sistem pengangkatan air dengan tenaga matahari (solar cell).

Berkat bantuan pemanfaatan teknologi terbarukan, yang di inisiasi, oleh sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM, teknologi pemanfaatan air yang terpasang mampu mencukupi kemampuan air bagi 118 kepala keluarga atau 200 jiwa lebih. Paku Alam IX, Wakil Gubernur DI Yogyakarta yang meresmikan pengoperasian teknologi matahari menyatakan seiring beroperasinya teknologi tenaga matahari, kedepan bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Mereka tak perlu lagi memberi air, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengambil air dari sumber air yang berjarak berkilometer dari rumah mereka dari tahun-tahun sebelumnya. “Waktu produktif, bisa berkarya dan kegiatan lain. Mereka juga bisa berkreativitas guna meningkatkan kesejahtraan,