KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Labuhan, 28 Oktober 2005. Bertempat di gedung Serba Guna di Labuhan, Banten, kegiatan Dialog Interaktif “Ramadhan dan Lingkungan” sore itu dibuka dengan sederhana , jauh dari kesan formal. Diselenggarakan oleh unit Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan bermitra dengan LSM Palapa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Labuhan untuk dapat mengelola lingkungannya dengan baik.

Sebetulnya jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa, maka secara selintas tampaknya Labuhan tidak mempunyai masalah yang berarti dalam pengelolaan lingkungan hidup. Namun demikian, lebih baik jika masalah lingkungan terutama limbah domestik dapat diantisipasi sebelum menjadi masalah yang lebih besar lagi.

Dimulai dengan pemaparan materi pembuka diskusi tentang “Penanggulangan Permasalahan Limbah Domestik Perkotaan”, dengan segera 40 peserta yang berasal dari media massa, LSM, remaja mesjid, murid-murid SMA memberikan tanggapannya secara aktif. Sebagian mempertanyakan tentang bagaimana pembagian peran pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan; mengapa kondisi lingkungan tidak semakin baik, bahkan cenderung memburuk, bukankah sudah ada institusi yang menangani lingkungan secara khusus; siapa yang harus diperkuat : masyarakat atau pemerintah? Sedangkan yang lain mengkritik bahwa kegiatan-kegiatan lingkungan pada umumnya hanya berhenti di ruangan dan tidak ada lanjutannya.

Berbagai saran, kritik dan masukan tersebut sayangnya tidak didengar langsung oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Camat Labuhan, Dinas-dinas terkait, Muspika dan Kepala Desa Labuan serta DPRD Kabupaten dan Propinsi, karena berhalangan untuk hadir. Namun kehadiran Sekretaris Camat Labuhan, Tb. Agus sebagai nara sumber menghidupkan suasanan dialog interaktif ini.

Kegiatan diskusi ini kemudian dihentikan untuk bersama-sama mendengar siraman rohani dari Ustadz Wardi yang selama ini aktif melakukan talkshow mengenai Islam dan Lingkungan di berbagai radio, serta melakukan pembinaan rohani dan lingkungan ke mesjid-mesjid di daerah Labuhan.

Setelah melakukan penanaman pohon secara simbolis di halaman gedung Serba Guna tersebut, para peserta bersiap-siap untuk berbuka puasa bersama. Usai berbuka puasa, kegiatan diakhiri dengan memberikan tas kain dan Tshirt kepada para peserta untuk meningkatkan motivasinya dalam mengelola lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan PELIPUR LARA (Pesan Lingkungan Purna Lebaran & Ramadhan) yang diselenggarakan oleh unit Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan di 4 propinsi – Jawa Tengah (Semarang, 22 Oktober), Jawa Barat (Cirebon, 25-26 Oktober), DKI Jakarta (Jakarta Selatan, 26 Oktober) dan Banten (Labuhan, 28 Oktober).

Direncanakan 100 bibit pohon mahoni tersebut sebagian akan dibagikan ke beberapa institusi, sedangkan sebagian lainnya akan digunakan Palapa untuk membangun Taman Lansia yang terletak di belakang gedung Serba Guna tersebut. Selanjutnya Palapa bertekad untuk membangun sebuah perpustakaan lingkungan di sebuah ruangan kosong di kawasan gedung Serba Guna tersebut. Kita tunggu bersama kiprah Palapa dan warga Labuhan dalam mewujudkan rencana tersebut ! (srs)

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :

Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
Gedung B lantai 5 KLH
8580087/85911211
atau srs@menlh.go.id, praszt@menlh.go.id