KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Spontanitas, lugas dan menyentuh hati nurani. Itulah kesan yang diperoleh ketika
sejumlah budayawan, seniman dan artis bertemu dalam acara Temu Budawayan/Artis
dan Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Mei 2004 di Hotel Hilton Jakarta. Ayu Utami
mengatakan kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini karena pemerintah telah
kehilangan hati nuraninya. Ia menyarankan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi
hati nurani pemerintah; Ray Sahetapi menggagas Hari Nyepi sebagai simbol kepedulian
pada lingkungan; Danarto menggugah dengan persembahan Tarian Hutan; Dewi Yul
menembangkan syair yang indah yang mengajak kita semua untuk rendah diri dihadapan
alam semesta ini; Sophia Latjuba mengajak kita semua untuk berbuat nyata dan
mudah dilakukan; Wowok bertanya siapa yang bertanggung jawab atas semua kerusakan
lingkungan ini? Guruh Sukarnoputra menyatakan bumi tempat kita berpijak mulai
marah dengan memakan manusia-manusia karena keserakahannya; Diah Hadaning menuding
keserakahan manusia adalah pangkal dari semua masalah lingkungan; Nuggie dengan
sendu mengatakan bahwa belum banyak orang yang peduli terhadap kerusakan lingkungan;
Bintang, pemenang lomba pencipta lagu lingkungan, menyanyikan lagu karangannya
yang berjudul STOP!; Ully Sigar menyampaikan sekelumit perjalanan perjuangannya
selama 25 tahun berkiprah dalam pelestarian lingkungan; Budiyati Abiyoga sedang
menyiapkan promosi filem lingkungan. Masih banyak lagi ungkapan budayawan yang
muncul dalam acara yang dipandu dengan lugas oleh Radar Pancadahana, budayawan
kondang dari Institut Kesenian Jakarta.

Lalu apa selanjutnya? Nabiel Makarim, Menteri Negara Lingkungan Hidup, mengajak
budayawan, seniman dan artis untuk menggugah masyarakat melalui hati nuraninya
untuk melestarikan lingkungan. Ia juga membuka Kementerian Lingkungan Hidup
menjadi padepokan budayawan, artis dan seniman untuk membahas pelestarian lingkungan.

Usulan dan saran kongkrit-pun di gagas oleh beberapa budayawan. Misalnya Ray
Sahetapi mengusulkan bisakah kita menyepi sebagai simbol peduli lingkungan pada
Hari Lingkungan Hidup 2004? Lebih kongkrit lagi, Radar mengusulkan satu jam
hening untuk menikmati keindahan alam pada tanggal 5 Juni 2004; Danarto menggagas
Tarian Hutan secara kolosal? Atau Konser Lingkungan yang dilontarkan oleh Nuggie.
Intinya, budayawan, seniman dan artis telah menunjukkan komitmenya untuk melestarikan
lingkungan.

Berita Terkait:

Dokumentasi
Foto Temu Budayawan & Artis Untuk Lingkungan Hidup

Siaran Pers
Temu Budayawan & Artis Untuk Lingkungan Hidup

Sambutan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Pada Pertemuan Dengan Para Budayawan

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Sekretariat Staf Ahli Bidang Sosial Budaya
Kementerian Lingkungan Hidup
E-mail: Raskini@menlh.go.id
Tlp./Fax: 021-85807086