KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">


Kendari, Balai Konservasi Sumber  Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) kembali berhasil menyita 45 ekor  penyu hijau Chelonia mydas  dari tangan pengumpul penyu bernama Mansyur  warga Kecamatan Tinangea Kabupaten Konawe Selatan. Ke 45 ekor penyu hijau itu  rencana akan dibawa Mansyur ke Pulau Bali untuk diperjual belikan dengan harga  jual berkisar antara Rp 800 ribu hingga 1 juta perekor. Namun niat tersebut  berhasil digagalkan oleh pihak BKSDA Sultra.
               Untuk sementara waktu ke 45 ekor  penyu yang rata-rata memiliki bobot 7 sampai 15 kilogram perekor itu kini telah  diamankan di salah satu tambak milik warga yang dipercaya BKSDA Sultra di  Andonohuou Kecamatan Poasia Kendari, sementara pelaku telah ditahan di kantor Polda  Sultra guna mempertangung jawabkan perbuatannya.
               "Kami telah menyita 45 ekor penyu  hijau, kita juga telah melakukan penangkapan terhadap orang mengumpul termasuk  barang buktinya kita sita, untuk diproses sampai ke Pengadilan," kata Kepala  BKSDA Sultra Ir Hasan Tulus kepada wartawan di Kendari (9/3/06).
               Menurut Hasan Tulus, jenis penyu  yang disita itu merupakan jenis penyu yang dilindungi berdasarkan Peraturan  Pemerintah (PP) UU No 7 tahun 1999 tentang perlindungan dan pertumbuhan jenis  tumbuhan dan satwa liar. Pelaku akan dijerat hukuman 5 tahun penjara.
               "Berdasarkan informasi dari  pelaku, penyu tersebut rencananya akan dibawa ke Bali  untuk di perdagangkan atau diperjual belikan secara illegal," ungkapnya.
               Ia juga menegaskan, pihaknya  tidak akan pernah memberikan ijin untuk pengambilan atau penangkapan maupun  perdagangan penyu merupakan satwa yang dilindungi yang keberadaannya semakin menyusut dan terancam punah.  "Oleh karena itu kami berusaha semaksimal  mungkin mengontrol perlindungannya karena saat ini populasinya semakin  menurun," ujarnya.
               Seraya menambahkan, penyu itu  ditangkap oleh nelayan di sekitar laut Banda, dimana lautan tersebut sering kali  dijadikan oleh nelayan  sebagai tempat penangkapan ikan serta menjadi  jalur lintas penyu dari sejumlah Negara seperti penyu dari Jepang dan Australia.
               Penyu-penyu yang ditangkap di  perairan Banda itu selanjutnya di jual ke pengumpul (Mansyur red), pria yang  kini telah mendekam dibalik jeruji besi itu sempat membudidayakan ke 45 penyu  itu selama beberapa waktu, setelah besar ke 45 ekor penyu hijau rencananya akan  dijual ke Bali, namun atas informasi warga penyuludupan atau perdagangan satwa  dilindungi akhirnya bisa selamatkan oleh pihak BKSDA Sultra.
               "Atas informasi dari warga  setempat pelaku pengumpul penyu, Mansyur berhasil kita bekut Rabu malam (8/3/2006). Penyu-penyu baru akan kami  lepaskan ke habitat aslinya (laut) setelah proses hukumya selesai," tandasnya.
               Namun sangat disayangkan  penanganan BKSDA terhadap satwa yang kini semakin menyusut itu tak disertai  upaya pemeliharaan yang bisa menjamin keberlangsungan hidupnya.
               Ke 45 ekor penyu hijau itu hanya  dititip di tambak yang sangat dangkal dengan kondisi airnya tampak coklat  kekuning-kuningan (berkeruh), entah kapan penyu-penyu akan bisa bertahan hidup  ditengah habitat terasa asing  bagi satwa  yang selama ini hidup di lautan lepas.  
    
Sementara itu,

Balai Konservasi Sumber  Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) Kamis (9/3/06) sekitar pukul 12 Wita  melepas 5 ekor penyu Hijau di laut Teluk Kendari bagian luar.
               Kelima ekor penyu yang dilepas  tersebut merupakan hasil pemberian dari sejumlah nelayan di Kecamatan Tinangea Kabupaten  Konawe Selatan yang secara sadar menyerahkan 5 ekor penyu itu ke pihak BKSDA  Sultra.
               Sebelum di lepas dilaut, BKSDA  Sultra sempat memamerkan 5 ekor penyu tersebut kepada puluhan kader konservasi  se-Sulawesi Tenggara dari berbagai lembaga pemerhati lingkungan di Sultra saat  ini menyelenggarakan pertemuan di Hotel Al Maira Kendari.
               "Penyu ini sengaja kami  perlihatkan ke adik-adik kader konservasi agar kedepan kita bisa bersama-sama  melakukan langkah perlindungan penyu, yang saat ini diambang kepunahan," kata  Kepala BKSDA Sultra Ir Hasan Tulus saat memperlihatkan kelima penyu itu di  depan hotel Al Maira Kendari.
               Lanjutnya, semua ini akan kita  lepas di ke habitat aslinya atau di laut mudahan-mudahan penyu-penyu ini bisa  tetap lestari, yang kedua agar masyarakat juga mengetahui agar jangan sampai  melakukan penangkapan atau pemeliharaan penyu agar penyu bisa tetap hidup dan  berkembang di alamnya.
               Selanjutnya penyu tersebut dibawa  dengan menggunakan mobil patroli polisi kehutanan milik BKSDA Sultra, sesampai  di Teluk Kendari bagian luar penyu yang rata-rata memiliki bobot 7 sampai 15  kilogram dipindahkan ke perahu milik nelayan setempat yang disewa BKSDA Sultra untuk  membawa kelautan lepas di Teluk Kendari bagian luar.
               Setelah menempuh perjalanan  sekitar kurang lebih 30 menit, akhirnya pihak BKSDA Sultra melepaskan kelima  ekor penyu hijau itu di laut yang disaksikan oleh sejumlah nelayan dan wartawan  dari berbagai media nasional.
               Penyu terlihat sangat senang  dikembalikan ke habitat aslinya, ke lima  itu sempat mempertontonkan kelihaianya berenang di laut, semoga tak digangu lagi  oleh tangan-tangan jalil.  

Sumber:
(Marwan Azis/Greenpress)